Pemantauan Gerakan Vertikal Jembatan Ampera Dengan Menggunakan GPS

Dinar , Dwi Anugerah Putranto and Imron , Fikri Astira (2019) Pemantauan Gerakan Vertikal Jembatan Ampera Dengan Menggunakan GPS. In: Seminar Nasional 50 Tahun Pendidikan Geodesi Fakultas Teknik UGM, 29 Juni 2009, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.

[img] Microsoft Word (Paper dipresentasikan hasil penelitian menggunakan GPS dalam kemampuannya memantau gerakan Jembatan akibat getaran beban kendaraan yang lewat) - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (662Kb)

    Abstract

    Jembatan merupakan salah satu bangunan infrastruktur yang penting untuk menghubungkan antara dua wilayah yang dipisahkan oleh sungai atau perairan. Terlebih lagi, apabila daerah atau wilayah tersebut banyak dialiri oleh perairan atau sungai dengan ukuran yang sangat lebar, seperti Kota Palembang, yang dilalui oleh sungai Musi dengan lebar lebih dari lima ratus meter, yang memisahkan antara dua wilayah, yaitu wilayah seberang ulu dan wilayah seberang ilir. Umur layanan jembatan, ditentukan oleh kekuatan konstruksi jembatan, lalu-lintas yang melalui jembatan setiap harinya (LHR), dan pergerakan atau pergeseran yang terjadi akibat gerakan vertikal atau lendutan, akibat dari beban yang melaluinya. Jembatan Ampera adalah Landmark Kota Palembang, yang dibangun sejak tahun 1962 dan diresmikan penggunaannya Mei, tahun 1965. Akibat penggunaan yang semakin meningkat diakibatkan oleh perkembangan kota dan LHR yang semakin tinggi, dimana selama hampir tigapuluh tahun merupakan satu-satunya jembatan yang melayani daerah Seberang Ulu dengan Seberang Ilir dengan LHR rata-rata sebesar 352,12 SMP, umur layanan jembatan Ampera semakin berkurang. Kekawatiran hingga saat ini muncul, karena apabila jembatan tersebut roboh, maka entitas Kota Palembang akan hilang. Sementara pemantauan pembebanan secara berkala sulit dilakukan tanpa menggunakan suatu teknologi yang sesuai. Teknologi GPS, hingga saat ini sudah banyak digunakan untuk memantau pergeseran permukaan tanah, pemantauan Gunung berapi, dan sebagainya. Dalam penelitian ini, maka teknologi GPS akan dimanfaatkan untuk memantau besarnya lendutan yang terjadi pada jembatan Ampera, dengan memanfaatkan perubahan gerakan sinyal satelit terhadap titik nolnya. Metode yang digunakan dalam penelitian, selain melakukan pengamatan gerakan dan pergeseran jembatan dengan menggunakan GPS, maka pada saat yang bersamaan dari pengamatan GPS, dilakukan pencatatan LHR untuk mengetahui banyaknya kendaraan yang melaluinya untuk dilakukan perhitungan pembebanan dalam memperhitungkan gaya lendutan secara teknis, yang diakibatkan oleh karena LHR tersebut. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut adalah, dengan laju harian rata-rata sebesar 353 SMP per limabelas menit, atau setara dengan beban sebesar 20,485 ton, momen-momen yang bekerja sebesar 1.648.403.200 Kg.Cm, lendutan yang terjadi berdasarkar perhitungan teknis pembebanan jembatan adalah sebesar 0,31 Cm. Sementara berdasarkan pengamatan menggunakan GPS, pada saat yang sama, getaran dan lendutan yang terjadi diperkirakan mencapai gerakan vertikal rata-rata hingga 5,66 Cm dari titik tetap yang telah ditetapkan sebagai acuan.

    Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
    Subjects: Q Science > QB Astronomy
    Divisions: Faculty of Engineering
    Depositing User: Dr. Ir. Dinar Dwi Anugerah Putranto
    Date Deposited: 18 Feb 2019 13:47
    Last Modified: 30 Aug 2019 11:51
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/8236

    Actions (login required)

    View Item