Model Medan Digital Untuk Pemodelan Rainfall-Runoff Analisis Sedimentasi Secara Regional Pada Das Musi

Dinar , Dwi Anugerah Putranto and Agus, Lestari Yuono and Sarino, Sarino and Satria, Jaya Priatna (2015) Model Medan Digital Untuk Pemodelan Rainfall-Runoff Analisis Sedimentasi Secara Regional Pada Das Musi. Project Report. Lembaga Penelitian Universitas Sriwijaya, Lembaga Penelitian.

[img] PDF (Author Penelitian Unggulan Strategis Nasional (Tahun III)) - Published Version
Restricted to Registered users only until 18 November 2020.

Download (2462Kb) | Request a copy

    Abstract

    Beberapa tahun terakhir, bahkan hingga saat ini, bencana banjir hampir meluas disetiap kota di Indonesia, baik untuk wilayah kota-kota besar, kota kabupaten, bahkan kota kecamatan. Semua itu disebabkan rusaknya hutan wilayah hulu dan kurang sesuainya penatan lahan di daerah hilir. Sehingga wilayah-wilayah hilir, yang biasa digunakan untuk kegiatan perkotaan akan memperoleh dampak, yang begitu besar, terutama rusaknya infrastruktur kota, infrastruktur rumah tangga, dan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit dari sisi rumah tangga maupun pemerintah. Satuan Wilayah Pengelolaan (SWP) Daerah Aliran Sungai (DAS) Musi dengan luas areal sekitar 8,621,374.95 Ha mencakup areal mulai dari bagian hulu di Bukit Barisan dan memiliki hilir di Selat Bangka sebagai muara (outlet) DAS. Kegiatan pembangunan di DAS Musi, baik di hulu maupun di bagian tengah tergolong intensif dan tekanan penduduk yang cukup tinggi terutama pertumbuhan masyarakat di beberapa kabupaten pemekaran. Kegiatan pembangunan di SWP DAS Musi cenderung mengarah pada penurunan kemampuan lahan dalam meresapkan air, dan melindungi tanah dari erosi, yang pada akhirnya menyebabkan tingginya limpasan permukaan dan erosi. Kejadian banjir, penurunan kualitas air sungai, longsor dan kekeringan merupakan indikator kegagalan dalam mengelola sumber daya alam di wilayah DAS Musi yang memiliki manfaat publik sangat besar terutama untuk irigasi. Pembangunan di wilayah DAS secara berkelanjutan, hanya dapat dicapai apabila perencanaan pembangunan di wilayah DAS dilakukan secara benar dengan kaidah tatanan lingkungan seperti yang telah disyaratkan dalam undang-undang tentang penataan ruang maupun lingkungan hidup. Pada penelitian ini, metodologi yang digunakan adalah dengan melakukan analisis hydrometri dari data metereologi untuk periode ulang minimal sepuluh tahun sebelumnya, analisis dua dimensi untuk melihat kondisi lateral sub DAS dan pemodelan RUSLE, dan analisis tiga dimensi untuk memperoleh informasi daerah rentan banjir, serta penilaian resiko banjir. Seluruh hasil analisis tersebut akan dimanfaatkan untuk pengambilan kebijakkan dalam analisis sedimentasi secara regional pada DAS Musi dengan menggunakan teknik Analis Multi kriteria spasial. Analisis dan integrasi proses ekologi ke dalam model multi ekologi-spasial telah menghasilkan pemahaman terhadap kondisi hidrologi dan perubahan ekosistem DAS yang dapat diidentifikasikan faktor dominan yang menyebabkan perubahan tersebut. Model menggunakan multikriteria spasial variabel mempunyai ketelitian yang baik dibandingkan dengan menggunakan satu kriteria variabel. Hasil penelitian ini, diharapkan akan memberikan manfaat yang sangat baik bagi usaha membantu mengatasi kebijakkan penataan ruang pada wilayah hulu dan hilir DAS Musi, yang menyebabkan besarnya sedimentasi di daerah hilir, dan terganggunya ekosistem DAS .

    Item Type: Monograph (Project Report)
    Uncontrolled Keywords: Banjir, ekosistem DAS hydrometri DAS , multikriteria-spasial
    Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
    Divisions: UNSPECIFIED
    Depositing User: Dr. Ir. Dinar Dwi Anugerah Putranto
    Date Deposited: 05 Nov 2018 09:31
    Last Modified: 05 Nov 2018 09:31
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/8175

    Actions (login required)

    View Item