ANALISIS PREFERENSI, KEPUASAN, DAN KESEDIAAN KONSUMEN MEMBAYAR BERAS DI KOTA BANDUNG

Natawidjaja, Ronnie Susman and Sulistiowaty, Lies and Kusno, Kuswarini and Aryani, Desi and Rachmat, Bobby (2017) ANALISIS PREFERENSI, KEPUASAN, DAN KESEDIAAN KONSUMEN MEMBAYAR BERAS DI KOTA BANDUNG. In: Konsumen Beras Preferensi dan Kesedian Membayar. AGRO INDO MANDIRI, Bogor, pp. 197-214. ISBN 978-602-50783-0-9

[img]
Preview
PDF
Download (16Mb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik konsumen di Kota Bandung dilihat dari kebutuhan dan pola pembelian konsumen beras, kepuasan konsumen terhadap beras yang ada di pasar dan kesediaan membayar konsumen beras (WTP) dengan kualitas yang lebih baik dan faktor yang mempengaruhinya. Objek penelitian adalah konsumen beras di Kota Bandung. Sampel dipilih secara acak bertingkat, mulai dari pemilihan tiga kecamatan sampai ke lokasi ritel di kecamatan terpilih. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif, Importance and Performance Analysis, Customer Satisfaction Index, Willingness to Pay, dan Structural Equation Modelling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden membeli beras jenis yang sama secara terencana untuk waktu yang lama. Mereka umumnya membeli beras dengan frekuensi 1 kali dan 4 kali/bulan dan jumlah 5-10 kg dan di atas 10 kg setiap kali pembelian. Responden memilih jenis/rasa beras yang sesuai keinginan, harga terjangkau, dan dekat dengan tempat tinggalnya. Jika tidak tersedia, responden membeli beras jenis lain di tempat yang sama. Responden tetap membeli beras jenis yang sama jika harga naik dan tidak mengurangi jumlah pembelian. Terdapat 11 atribut beras yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan (kuadran I), yaitu bentuk beras, menir, kepulenan, aroma nasi, daya tahan simpan, jenis beras, lokasi pembelian, kemasan, harga terjangkau, mudah didapat, dan mudah diolah. Atribut beras yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki adalah beras pecah (kuadran II). Empat atribut beras yang masuk prioritas rendah (kuadran III) adalah beras utuh atau beras kepala, kebulatlonjongan beras, kebiasaan, dan prestise. Sementara tiga atribut beras yang termasuk berlebihan (kuadran IV) adalah derajat putih, panjang butir beras, dan lebih mengenyangkan. Nilai CSI menunjukan konsumen beras di Kota Bandung telah merasa puas dengan atribut beras yang ada. Nilai WTP konsumen beras rata-rata Rp 1.075,93/kg, tertinggi pada ritel modern (Rp 1.286,11/kg) dan terendah pada kios beras (Rp 783,33/kg). Faktor yang mempengaruhi WTP konsumen adalah fisik, mutu, jenis, dan lokasi pembelian beras, sedangkan status sosial dan kemasan tidak berpengaruh.

    Item Type: Book Section
    Uncontrolled Keywords: Konsumen beras, karakteristik konsumen, atribut beras
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agricultural Socioeconomics
    Depositing User: Nukmal Hakim
    Date Deposited: 10 Aug 2018 08:50
    Last Modified: 10 Aug 2018 08:50
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/8021

    Actions (login required)

    View Item