KAJIAN PENGELOLAAN AIR MIKRO UNTUK PERBAIKAN KUALITAS LAHAN DI DAERAH REKLAMASI RAWA PASANG SURUT AIR SUGIHAN KANAN SUMATERA SELATAN.

Imanudin, Momon Sodik and Bakri, Bakri and Karimuddin, Yaswan KAJIAN PENGELOLAAN AIR MIKRO UNTUK PERBAIKAN KUALITAS LAHAN DI DAERAH REKLAMASI RAWA PASANG SURUT AIR SUGIHAN KANAN SUMATERA SELATAN. Makalahdisampaikanpada seminar nasionallahan suboptimal 2016, Palembang 20-21 Oktober 2016..

[img]
Preview
PDF
Download (1220Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian bertujuan mengkaji permasalahan usaha tani terkait pengelolaan lahan dan air di daerah reklamasi rawa pasang surut delta Sugihan Kanan Ogan Komering Ilir. Kajian lapangan dilakukan pada musim kemarau (Oktober 2016). Metode penelitian adalah survai skala semi detil. Tempat penelitian di desa Bandarjaya Jalur 25 Sugihan kanan. Hasil kajian lapangan menunjukan permasalahan utama adalah tingginya tingkat kemasaman air saluran maupun tanah. Kedalaman lapisan firit berada pada 80-90 cm. Sistem jaringan tata air pada tingkat tersier mengacu pola sistem sisir berpasangan, dimana saluran tersier tidak saling berhubungan antara sekunder pedesaan dan drainase. Kondisi ini menyebabkan sistem pembuangan tidak berjalan sempurna. Sehingga senyawa bearcun dan air asam terakuluasi di saluran. Disisi lain sistem tata air mikro di petak tersier belum di buat. Lahan belum ada saluran subtersier, kolektor dan kuarter, sehingga proses pencucian lahan di petak tersier tidak berjalan. Kondisi juga menyebabkan kemasaman tanah meningkat akibat akumulasi zat asam dan besi di perakaran tanaman. Hasil pengukuran pH air di saluran menunjukan pH 3,5 dan pada air tergenang pH 2. Untuk peningkatan produktivitas lahan maka diperlukan beberapa hal yang perlu di bangun yaitu pintu air di saluran tersier, pembukaan akses saluran tersier agar terhubung ke sekunder pedesaan dan drainase. Untuk meningkatkan proses pencucian lahan maka diperlukan pembuatan saluran cacing setiap 6m, saluran kolektor, subtersier, dan saluran kuarter. Opsi pengeloaan air di tersier adalah dengan memasukan air di musim kemaran (retensi) untuk menghindari oksidasi pirit, sementara pada musim hujan pintu dibiarkan terbuka (free) agar air bebas keluar masuk sehingga proses pencucian lahan dan penggelontoron saluran berlangsung maksimal. Selain perbaikan tata air, juga upaya perbaikan kualitas air di vsaluran. Beberapa bahan ameliorant bisa digunakan adalah kapur, sabut kelapa, sekam padi dan kompos. Upaya peningkatan produktivitas lahan juga dilakukan melalui pemilihan jenis tanaman. Opsi tanaman jagung untuk tanama kedua menunjukan hasil lebih baik, sehingga pola tanam menjadi padi-jagung. Kata kunci: pasang surut, air sugihan, tata air mikro

    Item Type: Article
    Uncontrolled Keywords: pasang surut tidal lowland
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Soil Science and Land Resources
    Depositing User: Dr Momon Sodik Imanudin
    Date Deposited: 15 Dec 2016 11:41
    Last Modified: 15 Dec 2016 11:41
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/6898

    Actions (login required)

    View Item