KAJIAN KARAKTERISTIK BIOLOGIS ITIK PEGAGAN SUMATERA SELATAN

Sari, Meisji Liana and Noor, R.R. and Hardjosworo, Peni S. and Nisa, Chairun (2012) KAJIAN KARAKTERISTIK BIOLOGIS ITIK PEGAGAN SUMATERA SELATAN. Jurnal Lahan Suboptimal , 1 (2). pp. 170-176. ISSN 2302-3015 (online) dan 2252-6188 (print)

[img]
Preview
PDF
Download (1598Kb) | Preview

    Abstract

    Itik Pegagan sebagai itik lokal Sumatera Selatan merupakan salah satu sumber genetik ternak atau kekayaan hayati lokal Indonesia, yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Sejauh ini data ilmiah mengenai itik Pegagan sebagai sumber plasma nutfah relatif masih sedikit dibandingkan ternak itik lokal lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mengidentifikasi keragaan telur tetas itik Pegagan. Penelitian inidiawali dengan mengumpulkan telur tetas itik Pegagan sebanyak 500 butir yang didapat dari tiga kecamatan yaitu kecamatan Tanjung Raja, Inderalaya dan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Telur itik yang dikumpulkan selanjutnya ditetaskan dengan mesin tetas yang sebelumnya dibersihkan dengan lisol 2.5%. Selama proses penetasan dilakukan pemutaran telur mulai hari ketiga sampai hari ke-25. Pemeriksaan telur (candling) dilakukan tiga kali yaitu pada hari kelima, ke-13 dan ke-25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot awal itik Pegagan jantan dan betina pada tetua G0 yaitu 36.87 g dan 36.73 g, serta untuk turunan F1 yaitu sebesar 36.90 g dan 37.09 g. Pola pertumbuhan antara itik jantan dan betina itik Pegagan hampir sama. Kurva pertumbuhan yang menampilkan hubungan antara bobot badan dan umur pada itik Pegagan berbentuk sigmoid. perbedaan pertumbuhan antara itik jantan dan betina mulai terjadi pada umur lima minggu, bobot badan itik jantan didapatkan lebih besar daripada itik betina. Pertambahan bobot badan tertinggi yang merupakan titik infleksi pada itik Pegagan baik jantan dan betina baik pada tetua G0 pada umur 4 minggu serta turunan F1 dicapai pada umur 5 minggu. Bobot badan pertama bertelur itik Pegagan pada tetua G0 1541.17 ±132.19 g dan turunan F1 1605.34±167.19 g. Itik Pegagan pada tetua G0 dan F1 bertelur pada umur sekitar 153 dan 154 hari, 30% bertelur pada umur < 151 hari, sedangkan 60% bertelur antara 151-170 hari. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai data base dan pedoman dalam rangka pelestarian dan pengembangan itik Pegagan secara berkelanjutan.

    Item Type: Article
    Uncontrolled Keywords: Itik Pegagan, Karakteristik biologis
    Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
    Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
    Depositing User: Ibu Sofia Sandi
    Date Deposited: 18 Jul 2016 13:18
    Last Modified: 18 Jul 2016 13:18
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/6583

    Actions (login required)

    View Item