Potensi Lahan Sonor yang Rawan Terbakar pada Musim Kemarau untuk Dijadikan Kebun Kelapa Sawit

Tambas, Dullah and Naning, M. Idris and Bernas, Siti Masreah (2007) Potensi Lahan Sonor yang Rawan Terbakar pada Musim Kemarau untuk Dijadikan Kebun Kelapa Sawit. In: Prosiding Kongres Nasional IX Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI) : Solusi Miskelola Tanah dan Air untuk Memaksimalkan Kesejahteraan Rakyat, 5-7 Desember 2007, Yogyakarta.

[img] PDF (Hasil investigasi di lapangan) - Published Version
Restricted to Registered users only until 30 December 2020.
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (5Mb) | Request a copy

    Abstract

    Pertanian sonor masih banyak dilakukan penduduk di Sumatera Selatan yaitu menanam padi pada musim kemarau dan panen pada musim penghujan. Pertanian ini sebenarnya hanya terjadi bila musim kemarau lama dan kering seperti pada Tahun 2006 dimana banyak sekali menimbulkan titik api (kebakaran). Seningga pertanian sistem sonor hanya dilakukan iima rahun sekali dengan luas lahan minimal sekitar 5 ha/orang. Sekarang sistem pertanian sonor sudah qiqla.ng untuk menghindari kebakaran yang luas selalu terjadi setiap lima tahun. Karena itu pertu dialihkan menjadi pertanian yang menetap dan tidak perlu melakukan pembakqran. Salah satunya adalah penanaman kelapa sawit. Karena tanaman kelapa sawit telah terbukti dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di lahan bekas sonor, dimana lahan ini biasanya diciriican tanah yang masam, bergambut dan draenase buruk. Lahan di sekitar Kecamatan ilambutan dengan luas sekitar 4500 ha yang merupakan lahan lebak untuk sonor akan dijadikan kebun plasma kelapa sawit. Dari hasil survei yang dilakukan ternyata pH tanah sekitar 2,9- 4,0; bahan organik sedang sampai tinggi; nitrogen sedang; fosfor sangat rendah sampai sedang; kandungan basa-basa rendah; KTK sedang dan tekstur tanah bervariasi. Draenase buruk dari tergenang setiap musim hujan dengan permukaan relatif datar. Berdasarkan klasifikasi kesesuaian lahan maka lahan ini sesuai untuk tanaman kelapa sawit, tetapi harus diibuat saluran draenase karena tanaman kelapa sawit tidak tahan genangan yang terlalu lama. Selanjutnya pengapuran dan pemupukan lengkap sangat dianjurkan aa.ggaarr tranaman dapat berproduksi secara optimal.

    Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
    Additional Information: Lahan rawa untuk tanaman kelapa sawit lebih baik dari pada untuk sonor yang mudah terbakar
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Soil Science and Land Resources
    Depositing User: Dr. Siti Masreah Bernas
    Date Deposited: 18 Mar 2012 08:55
    Last Modified: 18 Mar 2012 08:55
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/644

    Actions (login required)

    View Item