Pemodelan Sebaran Nutrien dan Produktivitas Primer untuk Identifikasi Daerah Penangkapan Ikan di Perairan Selat Bangka

Surbakti, Heron and Aryawati, Riris and MSi, Isnaini (2011) Pemodelan Sebaran Nutrien dan Produktivitas Primer untuk Identifikasi Daerah Penangkapan Ikan di Perairan Selat Bangka. Project Report. Lembaga Penelitian UNSRI. (Submitted)

[img] PDF - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (8Mb)

    Abstract

    Perairan Selat Bangka merupakan perairan yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai macam kegiatantermasukdidalamnyakegiatan penangkapan ikan. Berdasarkan hasil tangkapan yang terdapat di daerah ini pada tahun 2005 dapat mencapai 19,652.40 ton (DKP Bangka Belitung 2005). Keberadaan daerah penangkapan ikan di perairan Selat Bangka bersifat dinamis dan berubah mengikuti siklus biologis yang alamiah. Ikan akan memilih habitat dengan kondisi lingkungan yang sesuai untuk kehidupan biologisnya. Pada sisi lain habitat tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi oseonografi perairan seperti kandungan nutrien, konsentrasi klorofil, temperatur, salinitas, pola arus dan sebagainya. Kondisi oseanografi perairan ini sendiri juga bersifat dinamis dimana terjadi pergerakan massa air laut baik secara horizontal maupunvertikal. Produktivitas primer fitoplankton merupakan suatu kondisi dimana kandungan zat-zat organik yang dapat dihasilkan oleh fitoplankton dari zat-zat anorganik melalui proses fotosintesis (Parsons et. al. 1984; Nybakken 1992). Besarnya produktivitas primer suatu perairan merupakan ukuran dari kualitas suatu perairan. Semakin tinggi produktivitas primer fitoplankton padasuatu perairan makasemakin besar pula daya dukungnya bagi kehidupan komunitas penghuninya, sebaliknya produktivitas primer fitoplankton yang rendah menunjukkan daya dukung yang rendah pula. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya produktivitas primer adalah cahaya, konsentrasi nutrien, temperatur, dan dinamika oseanografi di suatu perairan. Jadi dengan mengetahui lokasi sebaran klorofil, nutrient serta kondisi fisik perairan, maka secara tak langsung akan teridentifikasi lokasi yang menjadi daerah penangkapan ikan. Salah satu kendala dalam mengidentifikasi daerah penangkapan ikan di perairan Selat Bangka karena tidak tersedianya data sebaran klorofil, kualitas perairan serta pola arus secara spasial dan temporal. Alternatif dalam memperoleh dan menggambarkan kondisi lingkungan perairan secara spasial dan temporal adalah dengan mengintegrasikan pendekatan model numerik dengan teknik penginderaan jauhserta hasil pengukuran lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penginderaan jauh yang diintegrasikan dengan model numerik dua dimensi dan divalidasi dengan hasil pengukuran lapangan. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan pendekatan baru pada penggabungan metode yang telah ada. Hasil penelitian ini berupa informasi peta sebaran pola arus, sebaran nutrien dan produktivitas primerfitoplankton di Perairan Selat Bangka.Manfaat yang diharapkan adalah sebagai bahan acuan dalam mengidentifikasi daerah tangkapan ikan di perairan Selat Bangka. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kandungan klorofil-a di permukaan perairan Banyuasin menunjukkan nilai yang berkisar antara 0.0286- 0.61 mg/m3, dengan rata-rata0.132 mg/m3. Kandungan klorofil-a di perairan Selat Bangka ini sangat dipengaruhi oleh kondisi oseanografi dan pasokan nutrien yang masuk keperairan tersebut. Hasil pengukuran lapangan juga diperoleh bahwa kondisi perairan Selat Bangka masih mendukung untuk kehidupan biota laut.

    Item Type: Monograph (Project Report)
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GC Oceanography
    Divisions: Faculty of Mathematics and Natural Sciences > Department of Marine Sciences
    Depositing User: heron surbakti
    Date Deposited: 09 Mar 2012 03:35
    Last Modified: 09 Mar 2012 03:35
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/591

    Actions (login required)

    View Item