Model Penyelesaian Perikatan dalam Penerbangan Komersial Indonesia dan Konvensyen Warsaw 1929

Yahanan, Annalisa (2011) Model Penyelesaian Perikatan dalam Penerbangan Komersial Indonesia dan Konvensyen Warsaw 1929. Proceding " Transformation of Mechanism and Law of Dispute Resolusion. ISSN UKM-AP-CMNB-20-2009/2

[img]
Preview
PDF
Download (608Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF
    Download (439Kb) | Preview
      [img]
      Preview
      PDF
      Download (5Mb) | Preview

        Abstract

        Penumpang penerbangan komersial yang tidak berpuas hati dalam menggunakan perkhidmatan pengangkutan tuntutan kepada pihak penerbangan (Pengangnkutan) apabila terjadi kerugian. kerugian yang muncul merupakan dasar bagi penumpang untuk menuntut ganti rugi. banyaknya penerbangan komersial di Indonesia menimbulkan persaingan yang sangat sengit dalam menawarkan perkhidmatan. namun pelayanan yang ditawarkan oleh pihak penerbangan kadang-kadang tidak bersesuaian dengan perjanjian pengangkutan yang berkencenderungan meningkatnya potensi pertikaian. suatu hal yang tidak dapat dinafikan pada masa ini ialah ramai penumpang dirugikan oleh penerbangan komersial namun tidak berani menuntut. salah satu alasannya adalah tidak paham tentang model penyelesaian pertikaian. kertas kerja ini menganalisis model penyelesaian pertikaian dalam penerbangan komersial. selain itu kertas kerja ini membandingkan model menyelesaian pertikaian dalam peringkat perundang-undangan nasional dan konvensyen warsaw 1929. kajian ini menggunakan metodologi analisis kandungan perundang-undangan. dalam era globalisasi dan liberalisasi, penerbangan komersial nasional merupakan bagian dari pada penerbangan antarabangsa yang kedepan memerlukan pengaturan yang lebih baik. dapatan kajian ini menunjukan bahwa model penyelesaian pertikaian berdasarkan undang-undang no. 1 tahun 2009 tentang penerbangan (UUP 2009) dan undang-undang No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen (UUPK 1999) menggunakan model penyelesaian di mahkamah dan di luar mahkamah. PERMENHUB PM No. 77 tahun 2011 juga menggunakan dua model yang sama. sedangkan konvensyen warsaw 1929 hanya menggunakan dua model penyelesaian diluar mahkamah. kesimpulan kajian ini ialah model penyelesaian pertikaian dalam UUP 2009 dapat mengelirukan pihak pengguna karena pengaturan diletakan dalam pasal berbeda. oleh karena itu UUP 2009 perlu dipidana. sementara UUPK 1999 tidak secara jelas mengatur institusi yang mana berperan dalam penyelesaian pertikaian.

        Item Type: Article
        Uncontrolled Keywords: Penumpang penerbangan komersial, ganti rugi dan penyelesaian pertikaian
        Subjects: K Law > KZ Law of Nations
        Divisions: UNSPECIFIED
        Depositing User: Dody Nopriansyah MbuL
        Date Deposited: 24 Jul 2015 09:41
        Last Modified: 24 Jul 2015 09:41
        URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/5656

        Actions (login required)

        View Item