Pengamatan Kepadatan Serat Kolagen dan Jumlah Fibroblas Setelah Pemberian Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia) pada Penyembuhan Luka Insisi

Septadina, Indri Seta (2015) Pengamatan Kepadatan Serat Kolagen dan Jumlah Fibroblas Setelah Pemberian Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia) pada Penyembuhan Luka Insisi. Buku Prosiding Kongres Nasional PIN PAAI , 1 (1). p. 29. ISSN 978-979-496-855-0

[img] PDF (Pengamatan Kepadatan Serat Kolagen dan Jumlah Fibroblas) - Draft Version
Restricted to Repository staff only

Download (1170Kb)

    Abstract

    Luka merupakan kondisi hilangnya kontinuitas struktur jaringan. Salah satu tanaman obat yang ikut berperan dalam membantu proses penyembuhan luka adalah tanaman binahong (Anredera cordifolia). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pemberian ekstrak daun binahong terhadap ketebalan serat kolagen dan jumlah fibroblas pada penyembuhan luka sayat tikus putih (Rattus norvegicus). Studi eksperimental yang menggunakan rancangan penelitian post test only control group design dilaksanakan bulan Februari-April 2014 di Laboratorium Teknik Kimia Universitas Sriwijaya, Animal House Fakultas Kedokteran Unsri dan Laboratorium Patologi RSUP dr.Mohammad Hoesin Palembang. Sampel yang digunakan adalah tikus putih sebanyak 30 sampel dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif diberikan vaselin, ekstrak daun binahong 10%, 20%, 40% dan kontrol positif diberikan salep madecassol). Data dianalisis menggunakan program SPSS versi 19 dengan uji homogenitas, independent t-test, uji OneWay Anova dilanjutkan uji post hoc multiple comparisons. Hasil penelitian didapatkan pada pemberian ekstrak daun binahong pada dosis 10%, 20% dan 40% (p=0,000) menunjukkan ada perbedaan bermakna rerata ketebalan serat kolagen dan jumlah fibroblas dibandingkan dengan kontrol (-). Kesimpulan penelitian ekstrak daun binahong mempunyai efek yang sama dengan salep Madecassol terhadap ketebalan serat kolagen dan jumlah fibroblas pada luka sayat tikus putih. Dosis yang paling efektif terdapat pada ekstrak daun binahong 40%. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk melihat adanya ekspresi beberapa mediator inflamasi yang dihasilkan setelah pemberian ekstrak daun binahong.

    Item Type: Article
    Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
    Divisions: Faculty of Medicine
    Depositing User: dr Indri Seta Septadina
    Date Deposited: 18 Jun 2015 09:13
    Last Modified: 18 Jun 2015 09:13
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/5459

    Actions (login required)

    View Item