PENGARUH SUHU PADA PROSES HYDROTHERMAL TERHADAP KARAKTERISTIK BATUBARA

Ningsih, Y.B. (2014) PENGARUH SUHU PADA PROSES HYDROTHERMAL TERHADAP KARAKTERISTIK BATUBARA. In: Seminar Nasional AVOER VI 2014, 30 Oktober 2014, Palembang.

[img]
Preview
PDF
Download (298Kb) | Preview

    Abstract

    Hydrothermal merupakan salah satu proses upgrading batubara yang dilakukan di dalam media air panas. Melalui proses hydrothermal, kandungan air di dalam batubara akan berkurang sehingga nilai kalori batubara tersebut akan bertambah. Proses hydrothermal dikontrol oleh suhu, tekanan dan waktu reaksi. Setiap batubara memiliki kondisi optimum proses hydrothermal yang berbeda-beda. Proses hydrothermal tidak hanya mengurangi kandungan air didalam batubara saja, tetapi juga mengubah sifat fisik dan kimia atau karakteristik batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh suhu pada proses hydrothermal terhadap karakteristik batubara hasil proses hydrothermal dan mengetahui kondisi suhu ideal yang digunakan pada penelitian ini. Proses hydrothermal dilakukan dengan menggunakan alat autoclave pada kondisi vakum udara. Suhu yang digunakan adalah 280 – 3400C pada tekanan non evaporasi dan waktu reaksi selama 30 menit. Batubara hasil proses hydrothermal selanjutnya dianalisis melalui analisa proximate, ultimate, nilai kalori dan petrografi. Hasil analisis menunjukan bahwa melalui proses hydrothermal terjadi perubahan karakteristik batubara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan semakin meningkatnya suhu, nilai kalori batubara, kandungan karbon tertambat dan kandungan unsur karbon serta nilai reflektan cenderung semakin meningkat. Sebaliknya, kandungan air lembab, zat terbang, kandungan unsur oksigen dan hidrogen cenderung semakin menurun. Kodisi suhu ideal pada penelitian ini adalah 3400C, dimana pada suhu tersebut nilai kalori meningkat sebesar 17,4%, kandungan air lembab turun sebesar 65,43%, zat terbang turun sebesar 3.52%, karbon tertambat meningkat sebesar 26,27%, kandungan karbon meningkat sebesar 26,22%, kandungan hidrogen turun sebesar 9,35% dan kandungan oksigen turun sebesar 51,39% . Selain itu, fuel rasio yang mengindikasikan kereaktifan pembakaran batubara meningkat sebesar 30,86% . Nilai reflektan yang merupakan salah satu indikasi derajat pembatubaraan juga meningkat sebesar 92,10%.

    Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
    Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
    Divisions: Faculty of Engineering > Department of Mining Engineering
    Depositing User: RR. Yunita Bayu Ningsih
    Date Deposited: 22 Dec 2014 10:31
    Last Modified: 22 Dec 2014 10:31
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/5011

    Actions (login required)

    View Item