ANALISIS HUKUM RETROSESI DALAM PERJANJIAN REASURANSI BERDASARKAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM DAGANG

Rasyid, Muhamad (2010) ANALISIS HUKUM RETROSESI DALAM PERJANJIAN REASURANSI BERDASARKAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM DAGANG. Simbur Cahaya Majalah Ilmiah Fakultas Hukum , XV (41). pp. 1519-1542. ISSN 14110-0614

[img]
Preview
PDF
Download (844Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF
    Download (11Mb) | Preview

      Abstract

      Adanya peranan reasuransi yang mempunyai jangkauan luas memungkinkan perusahaan asuransi makin mengembangkan fungsinya sebagaimana seharusnya, sesuai dengan posisinya sebagai penanggung pertama. Perusahaan reasuransi sendiri sesungguhnya secara riil juga mempunyai resiko, disamping resikonya sendiri, juga resiko yang telah ia terima sendiridari perusahaan asuransi (ceding company). Perusahaan asuransi dapat pula melimpahkan resikonya itu pada perusahaan reasuransi lain. Kegiatan semacam itu disebut retrosesi (Retrocession). Jadi retrosesi itu adalah reasuransi dari reasuransi. Berdasarkan hal tersebut maka ada beberapa permasalahan yang perlu dikaji yaitu : 1) Bagaimana gambaran dan keadaan yang sebenanrnya terjadi dan berlaku terhadap retrosesi dalam Kitab Undang- Undang Hukum Dagang? 2) Sejauhmanakah tanggungjawab perusahaan reasuransi terhadap reasuransi dari reasuransi (retrosesi) jika terjadi kerugian dari peristiwa yang tidak pasti/evenemen?. Retrosesi merupakan suatu cara yang dipakai oleh reasuradir (penanggung kedua)untuk mendistribusikan resiko-resiko yang dipikulnya dengan jalan menyerahkan semua atau sebagian dari resiko-resiko tersebut kepada reasuradir ketiga (penanggung ketiga) dengan tujuan mengurangi jumlah kerugian yang mungkin akan diderita oleh penanggung kedua tersebut. Perusahaan asuransi secara bersamaan harus mencapai suatu keseimbangan yang wajar antara mengejar produktivitas dan keuntungan dengan kemampuan penampungan resiko yang wajar pula, agar tetap dalam batas tanggung jawabnya sebagai pihak dalam perjanjian asuransi. Salah satu cara efektif untuk mencapai keseimbangan yang wajar ialah dengan cara reasuransi. Perusahaan asuransi sebagai penanggung pertama, dengan sadar menyelenggarakan reasuransi dengan maksud untuk dua hal utama ialah mengalihkan resiko yang menyebarkan resiko pada pihak lain. Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa penyelenggaraan reasuransi ialah untuk meniadakan konsentrasi resiko yang sudah ada ata yang akan ada. Bentuk pemberian perlindungan dan fasilitas yang diberikan oleh reasuransi pada hakikatnya adalah sama dengan perlindungan dan fasilitas yang diberikan oleh asuransi. Pada reasuransi, perlindungan atau proteksi dan fasilitas diberikan oleh perusahaan reasuransi sebagai penanggung ulang kepada nasabahnya yaitu perusahaan asuransi sebagai penanggung pertama. Kata Kunci : Retrosesi, reasuransi, perusahaan dan resiko.

      Item Type: Article
      Uncontrolled Keywords: retrosesi, reasuransi, perusahaan dan resiko
      Subjects: K Law > K Law (General)
      Divisions: UNSPECIFIED
      Depositing User: Dody Nopriansyah MbuL
      Date Deposited: 30 Sep 2014 08:59
      Last Modified: 30 Sep 2014 08:59
      URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/4750

      Actions (login required)

      View Item