Hubungan Basil Pemeriksaan Autologous Serum Skin Test Deugau Keparahan Klinis Dermatitis Atopik

Thaha, M. Athuf (2014) Hubungan Basil Pemeriksaan Autologous Serum Skin Test Deugau Keparahan Klinis Dermatitis Atopik. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (1). pp. 12-17. ISSN 0853-1773

[img]
Preview
PDF - Presentation
Download (862Kb) | Preview

    Abstract

    Autologous Serum Skin Test (ASST) adalah prosedur penapisan in vivo sederhana untuk mendiagnosis urtikaria kronik idiopatik (UK!) melalui injeksi serum autologus intradermal. Pemeriksaan ASST positif membuktikan adanya histamine releasing file/or dalam serum. Dermatitis atopik (DA) rnerupakan penyakit kulit kronis kambuhan. European Task Force on Atopik Dermatitis (ETF A) mengembangkan suatu indeks penilaian untuk keparahan DA yang disebut Scoring Index of Atopik Dermatitis (SeORAD). Sebuah studi analitik observasional dengan rancangan cross sectional dilakukan dari awal Januari sampai Maret 2010 di klinik rawat jalan Alergi Imnnologi, Kulit dan Kelamin dari Departemen Dr Mohammad Husein Rumah Sakit Umum Palembang. Sebuah enam puluh pasien DA yang memenuhi kriteria inklusi adalah merekrut oleh berturut-turut random sampling. Semua orang melakukan penilaian SeORAD dan pemeriksaan ASST, hasil yang dinilai oleh peneliti dan basil lainnya adalah examiners.The ASST positif pada DA ringan adalah empat ( 66,7%) subyek , DA moderat adalah 21 ( 51,2%) subyek dan DA parah adalah 13 ( 100%) subyek, p = 0,006_ 44,82 nilai SeORAD ditentukan sebagai cut-off untuk menentukan keparahan DA . Nilai SeORAD a> : _44,82 dianggap sebagai DA parah dan < 44,82 bukan merupakan salah satu yang parah _ Kelompok DA parah memiliki hasil ASST positif 26 ( 43,3 % ) dan kelompok DA non parah memiliki hasil ASST positif dari 12 ( 20 % ) subyek . Pada nilai diagnostik cut-off dari SeORAD 44,82 ASST menghasilkan sensitivitas 68,4, spesifisitas 77.3 , rasio kemungkinan positif 3,01 , rasio kemungkinan negatif 0,41 , nilai prediksi positif 83,9 dan nilai prediksi negatif 58,6 . Hasil ini menunjukkan bahwa pada clit-ojlSeORAD 44,82 proporsi of subjects DA parah 68,4%, masih ada 31,6% negatif palsu. Kepositifan hasil ASST terkait dengan DA tujuh puluh klinis dinilai menggunakan SeORAD berdasarkan kriteria negatif palsu substansial ringan-sedang-berat, tapi di cutsoff ditentukan masih ada. Kata kunci: ASST, DA, SeORAD

    Item Type: Article
    Subjects: R Medicine > RL Dermatology
    Divisions: Faculty of Medicine
    Depositing User: dr athuf thaha
    Date Deposited: 25 Jun 2014 10:16
    Last Modified: 25 Jun 2014 10:16
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/4521

    Actions (login required)

    View Item