Kajian Arsitektur Kontekstual Terhadap Bangunan Kolonial Studi Kasus Kantor Ledeng dan Rumah Siput

Hanum, Meivirina Kajian Arsitektur Kontekstual Terhadap Bangunan Kolonial Studi Kasus Kantor Ledeng dan Rumah Siput. [Experiment] (Unpublished)

[img]
Preview
PDF (Kajian pada tampilan arsitektur kolonial dari tata cara ber arsitektur ; Continuity, Connectivity, Culture, Climate dan Craft)
Download (4Mb) | Preview

    Abstract

    Abstrak Arsitektur kontekstrual dari kata kunci Konteks, berarti sesuatu yang berkaitan. Kontekstual dalam arti bisa lokasi, budaya, norma dan tata nilai dst. Jadi Arsitektur yang kontekstual adalah arsitektur yang berakar pada lokasi dimana bangunan itu berada. Jadi dimanapun Arsitektur tersebut berada, kopnsep yang melandasi keberadaan arsitektur tersebut harus memiliki titik pijak dari arsitektur/budaya setempat. Untuk melihat bangunan tersebut memenuhi kriteria kontekstual apabila dalam merancang suatu bangunan arsitektur berlandaskan pada suatu konsep yang memenuhi parameter 5C yaitu ; 1.Continuity (kesinambungan), 2.Connectivity (keterkaitan), 3.Cultural (budaya), 4.Climate (iklim), 5.Craft (kerajinan). Karya yang kontekstual berarti punya akar masa silam berlandaskan pada norma, tata nilai dan falsafah, konsep yang serba tidak bebas. Tidak saja bercermin pada bentuk fisik arsitektur tradisionalnya, akan tetapi lebih kepada falsafah yang melandasinya, yang konseptual, konsep yang diambil , jiwa yang diambil tetapi bukan wujud fisiknya. Kajian terhadap bangunan kolonial, dengan mengambil Rumah Siput dan Kantor Ledeng, dari pengamatan kedua bangunan ini adalah kontekstual, menyesuaikan dengan lingkungannya, walaupun secara fungsional kedua bangunan ini memiliki fungsi yang berbeda. Tetapi apakah secara ilmiah hal tersebut dapat dikatakan sudah menyesuaikan dengan lingkungannya, maka diperlukan kajian-kajian dan analisis secara ilmiah, artinya memiliki dasar/landasan teori tertentu sebagai titik pijak untuk menganalisanya,. Landasan untuk menganalisanya adalah Teori KOntekstual, sedangkan metode analisanya dengan menguji parameter kontekstualnya dengan 5C tersebut. Hasil analisis dengan titik pijak kontekstualisme, dan dengan cara/metode analisis 5C tersebut, maka menunjukkan kedua bangunan tersebut sesuai dengan fungsi dan keberadaannya, sesuai dengan lingkungannya, sehingga dapat disimpulkan bangunan tersebut adalah Kontekstual Kata Kunci : Kontekstual, Budaya dan Norma

    Item Type: Experiment
    Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
    Divisions: Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
    Depositing User: Ir Meivirina Hanum
    Date Deposited: 22 Apr 2014 18:39
    Last Modified: 22 Apr 2014 18:39
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/4319

    Actions (login required)

    View Item