Identifikasi Prilaku Dan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Yang Bermukim Di Sekirar Jaringan Sutt Transmisi Palembang, Sumatera Selatan

Arbi, Muhammad (2012) Identifikasi Prilaku Dan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Yang Bermukim Di Sekirar Jaringan Sutt Transmisi Palembang, Sumatera Selatan. JURNAL AGRIPITA, I (4). pp. 233-242. ISSN 1829-555X

[img]
Preview
PDF (Identifikasi Prilaku dan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat yang di Sekitar Jaringan SUTT Transmisi Palembang, Sumatera Selatan)
Download (220Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini dilakukan terhadap 100 responden yang bermukim di sekitar jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang berada di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Penentuan lokasi ditentukan secara purposive dengan mengambil beberapa responden yang rumahnya berdekatan dengan jaringan SUTT di Sumatera Selatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling terhadap populasi masyarakat yang bermukim di sekitar area sepanjang jaringan SUTT di Sumatera Selatan. Sampel yang diambil sebanyak 25 orang dari Desa Merah Mata Kecamatan Banyuasin I, 25 orang dari Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati, 25 orang dari Desa Sungai Kedukan Kecamatan Rambutan, dan 25 orang dari Desa Ibul Besar Kecamatan Pemulutan dengan total sampel sebanyak 100 orang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui prilaku masyarakat yang tinggal di sekitar jaringan SUTT, mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar jaringan SUTT, dan mengidentifikasikan apakah prilaku masyarakat berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar jaringan SUTT. Penelitian dilakukan dengan metode survey, menggunakan kuisioner sebagai pedoman wawancara terhadap responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi social ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar jaringan SUTT pada umumnya memiliki sumber mata pencaharian sebagai petani, pedagang, buruh, pegawai swasta, wiraswasta, dan sebagian kecil ada yang menjadi PNS. Pendapatan rata-rata per bulan yang mereka miliki berkisar antara 1 jt sampai 2 jt/bln, hal ini mencerminkan bahwa kehidupan mereka secara ekonomis masih rendah. Secara social dapat diketahui dari bentuk rumah yang mereka miliki pada umumnya berupa rumah panggung dengan dinding kayu dengan status kepemilikan masing-masing; milik sendiri, menumpang, dan menyewa. Persepsi masyarakat yang bermukim di bawah jaringan SUTT mengaku bahwa meraka selama ini tidak pernah merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, namun ada sedikit keresahan yang ditimbulkan akibat adanya suara desingan yang keras dari kabel setiap datang musim hujan. Secara teknis meskipun tidak serta merta identik sebagai penyebab gangguan kesehatan namun telah mengganggu ketenangan warga yang tinggal di sekitar daerah tersebut. Gangguan ketenangan apabila sampai menimbulkan kecemasan, yang pada akhirnya mengganggu aktivitas warga secara sosial ekonomi, pada hakikatnya merupakan gangguan kesehatan..

    Item Type: Article
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agricultural Socioeconomics
    Depositing User: Muhammad Arbi
    Date Deposited: 16 Apr 2014 09:43
    Last Modified: 16 Apr 2014 09:43
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/4301

    Actions (login required)

    View Item