Kelas Kemampuan Lahan Sebagai Komponen Penting Yang Harus Dipertimbangkan Dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai di Bawah Pengawasan Dinas Lingkungan

Bernas, Siti Masreah (2008) Kelas Kemampuan Lahan Sebagai Komponen Penting Yang Harus Dipertimbangkan Dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai di Bawah Pengawasan Dinas Lingkungan. In: Seminar-Lokakarya Nasional dan Pameran Round Table Discussion & Exhibition 14 – 15 Maret 2008 di Palembang, 14-15 Maret 2008, Palembang.

[img] PDF (Paper) - Presentation
Restricted to Registered users only until 30 December 2020.
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (226Kb) | Request a copy

    Abstract

    Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sangat luas mencakup area pegunungan, dataran kering bergelombang dan datar, rawa lebak dan pasang surut sampai bermuara ke laut. Maka pengelolaannya akan sangat banyak melibatkan instansi, masyarakat dan pengguna lainnya. Bila tidak dikelola secara bijaksana dan sesuai dengan peruntukkannya maka kelestarian DAS akan terganggu dan rusak, serta menimbulkan bencana bagi kita semua. Sekarang banjir, kekeringan, erosi, longsor, kebakaran dan kualitas air yang buruk merupakan indikasi bahwa DAS mulai atau sudah rusak. Selanjutnya bila dibiarkan secara terus menerus maka bencana-bencana tersebut akan semakin menjadi. Apalagi ditambah dengan pemanasan global sehingga curah hujan semakin tinggi dan pasang air laut juga semakin tinggi. Salahan satu pendekatan yang sudah lama diperkenalkan adalah memanfaatkan lahan sesuai dengan kelas kemampuannya, agar lahan tidak rusak dan lingkungan juga tidak cepat menurun kualitasnya. Kelas kemampuan lahan dikelompokkan dalam delapan kelas yang berdasarkan faktor pembatas yang berkaitan dengan erosi, draenase, zona perakaran dan iklim. Kelas I sampai IV masih sesuai untuk pertanian dengan semakin tinggi kelas maka semakin banyak pula faktor yang harus di kendalikan agar lahan tidak rusak. Kelas V sampai VIII tidak sesuai lagi untuk pertanian, tetapi hanya sesuai untuk padang gembala, hutan sampai cagar alam. Bila lahan tidak dikelola sesuai dengan kemampuannya maka erosi, banjir dan kerusakan lahan akan terjadi. Sehingga untuk kelestarian lingkungan setiap pemanfaatan lahan harus sesuai dengan kelas kemampuan lahan tersebut. Tetapi siapa yang mempunyai Peta Kesesuaian Lahan dan siapa yang berhak menentukan atau memberikan izin bila ada perusahaan akan memanfaatan suatu lahan sesuai dengan kemampuannya. Sekarang izin akan langsung diberikan oleh kepala daerah atau kepala pemerintahan, tentu saja tanpa mempertimbangkan kemampuan lahan, karena yang menjadi pertimbangan sekarang hanya peningkatan anggaran pendapatan daerah. Karena itu dinas lingkungan harus diberi mandat atau dibuatkan suatu peraturan daerah yang menyatakan bahwa pemberian izin usaha pemanfaatan suatu lahan harus melalui dinas lingkungan. Sehubungan dengan itu dinas lingkungan harus mempunyai peta kelas kesesuaian lahan dengan sekala minimal 1:50.000 untuk setiap wilayah. Peta Kelas Kemampuan Lahan juga harus disosialisasikan ke instansi lain seperti Pertambangan, Badan Pertanahan, Kehutanan, Pertanian, dan Tata Kota. Setelah suatu usaha diperbolehkan memanfaatkan lahan oleh dinas lingkungan, selanjutnya Analisis Dampak Lingkungan dilakukan dan kemudian kepala daerah memberikan izin.

    Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Soil Science and Land Resources
    Depositing User: Dr. Siti Masreah Bernas
    Date Deposited: 05 Feb 2012 16:51
    Last Modified: 05 Feb 2012 16:51
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/413

    Actions (login required)

    View Item