PERSEPSI GURU BIDANG STUDI TERHADAP PELAKSANAAN STRATEGI MANAJEMEN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH KOTA PALEMBANG

A.R., Aisyah (2012) PERSEPSI GURU BIDANG STUDI TERHADAP PELAKSANAAN STRATEGI MANAJEMEN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH KOTA PALEMBANG. Prosiding Seminar Internasional Konseling Malindo-2. pp. 339-349. ISSN 978-602-17125-0-4

[img] Microsoft Word
Download (40Kb)

    Abstract

    Kegiatan pendidikan terdapat tiga bidang yang saling terkait yaitu adminis-trasi supervisi adalah pimpinan sekolah, pengajaran adalah guru bidang studi dan bimbingan konseling adalah konslor dalam membantu perkembangan peserta didik. Ketiga bidang ini bekerja sama membantu pelaksanaan pencapaian tujuan pendidikan. Ketidaklancaran pe-laksanaan bimbingan konseling diseko-lah sering mengalami ketidak sesuaian yang bukan hanya disebabkan latar belakang pendidikan ataupun keterampil-an membimbing saja namun yang sering terjadi ketidakmampuan konselor meren-cankan, mengkoordinasikan, mengontrol program pelaksanaan bahkan belum mampu menganalisis dan mengevaluasi kegiatannya. Tujuan survey awal dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui apakah pelaksanaan manajemen dan kinerja konselor di sekolah dan layanan bimbingan konseling sudah maksimal sesuai dengan strategi pelaksanaannya, melalui persepsi guru bidang studi yang berada di sekolah menengah di kota Palembang. Hasil yang diperoleh dari survey awal ini menunjukkan: A) bidang strategi manaje-men: 1) pelaksanaan dan menyeleng-garakan program-program BK 40% belum melaksanakan dengan baik, 2) Tanggapan terhadap guru BK dalam pembuatan program tahunan, bulanan dan harian 30% menjawab membuat dan menjalankan, 3. Penerapan tujuan, ma-teri-materi BK dinyatakan baik hanya 30%, 4) Guru BK melaksanakan program dengan tahap-tahap dan prosedur yang baik hanya 20%, 5) guru BK yang melakukan kegiatan evaluasi terhadap program 40%, yang tidak melakukan evaluasi sebesar. 50%. B) Bidang Layanan: 1) layanan dasar: a) melaku-kan bimbingan klasikal menjawab “ya” 20%, b) melakukan bimbingan menjawab “ya” sebesar 25%, c) melakukan kolabo-rasi dengan guru dan orang tua siswa rata-rata15% menjawab “ya” . 2) Layan-an perposifL a) melakukan konsultasi 40%, 2) konseling individu dan kelompok 30%, 3) alih tangan 10%, 4) bimbingan teman sebaya 10%. Dari hasil survey menyimpulkan bahwa pelaksanaan manajemen BK dan pelak-sanaan BK sendiri belum dilakukan secara memadai.

    Item Type: Article
    Uncontrolled Keywords: Kunci: strategi, manajemen, bimbingan konseling
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Faculty of Teacher Training and Science Education > Study Program of Educational Psychology and Counseling
    Depositing User: tiwi pratiwi marini
    Date Deposited: 12 Mar 2014 11:07
    Last Modified: 12 Mar 2014 11:07
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/3552

    Actions (login required)

    View Item