Pola Perawatan Balita ISPA di Wilayah Puskesmas Kecamatan Seberang Ulu 1 Kota Palembang

Ananingsih, Esti Sri and Santoso, Budi and Fajar, Nur Alam (2008) Pola Perawatan Balita ISPA di Wilayah Puskesmas Kecamatan Seberang Ulu 1 Kota Palembang. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 40 (1). pp. 1970-1974. ISSN 0853-1773

[img] PDF - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (5Mb) | Request a copy

    Abstract

    Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dikenal sebagai salah satu penyebab kematian utama pada bayi dan anak balita di Negara berkembang. Sebagian besar hasil penelitian di Negara berkembang menunjukkan bahwa 20-35% kematian bayi dan anak balita disebabkan oleh ISPA. Keterlambatan dalam pencarian pengobatan balita yang menderita ISPA, banyak diakibatkan oleh banyalvtya gejala ISPA yang tidak dicermati dengan baik sehingga banyak ISPA yang menimbulkan risiko kemqtian yatiu ISPA bagian bawah yang sebagian besar adalah Pneumonia. Untuk memberikan sumbangan efektif dalam pencapaian program penurunan angka kematian bayi dan balita disebabkan oleh penyakit ISPA, maka perlu adanya penelitian tentang pola perawatan yang telah dilakukan ibu kepada balita ISPA. Tujuanpenelitian ini adalah untukmengetghui bagaimanapolaperawatanbalitalsPAdi Wilayah Kerja Puskesmas Pembina Plaju Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang. Proses penelitian dilakukan mulai bulan Nov sampai dengan Qes 2005. Jenis penelitian yang digunakan pendtiti ddalah deskriptif kuantitatif dengan tujuan utama membuat gambaran atau deskripsi (memaparkan tentang) suatu keadaan secara objektifuntuk memecahkan atau menjawab permasalahan. Sampel perrclitian diambil secaru Accidental Sampling sebanyak 80 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwapolaperwatanyang dilakukan responden dalam merawat balita yang menderita ISPA relatf sudah mengikuti pola professional kesehatan (bidang perawatan) antara lain keterlibatan anggota keluarga lain dalam memberikan perawatanpada balita yang sakit : pencarian pengobatan ke dokter atau pusat pelayanan kesehatan mayoritas sudah dilakukan oleh sekitar 48,8olo responden : dalam mengatasi demam berdarah pada balita ISPA sekitar 400lo responden sudah melakukan secara rasional yaitu mengompres dengan air dingin : tindakan yang dilakukan responden dalam mengatasi pilek balita ISPA dengan selalu membersihkan hidung dengan kain bersih : untuk men-cegah ISPA pada balita tidak makin parah sekitar 75% responden selalu mengganti baju yang kering jika balita ngompol, untuk menjaga kebersihan badan 30% responden tetap memandikan balita dengan air hangat; untuk menjaga daya tahan tubuh balita ISPA sekitar 41,3o/o responden selalu memberikan makanan sedikit demi sedikit untuk mencegah muntah. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan cairan 42,5%otesponden tetap meberikanASl,36,3yoresponden jugamemberikan minum lebih dari biasanya. Tindakan yang dilakukan 33 responden(41,3%) dalam merawat balita ISPAyang tidak sembuh-sembuh kebanyakan mereka mengobati sendiri. Pola perawatan balita ISpA yang telah dilakukan oleh responden secara umum sudah menganut pada pola professional kesehatan, walaupun masih ada sebagian kecil responden yang menggunakan pola tradisional namun masih memiliki rasional yang tidak membahayakan bagi balita. Perlu ditingkatkan pelaksanaan program Manejemen Terpadu Balita Sakit di Puskesmas agar dengan segera ditemukan balita sakit dan segera mendapatkan penanganan. Perlu juga ditingkatkan penggunaan obat bebas dan memberikan alternatifpenggunaan obat tradisional. Kata kunci : Pola Perawatan ISPA Pada Balita

    Item Type: Article
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    R Medicine > RT Nursing
    Divisions: Faculty of Public Health
    Depositing User: fakhriyati f ningrum
    Date Deposited: 03 Jan 2014 09:24
    Last Modified: 03 Jan 2014 09:24
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/3335

    Actions (login required)

    View Item