Pengaruh Beberapa Faktor Risiko Terhadap Kejadian Surgical site infection (SSI) Pada Pasien Laparotomi Emergensi

Jogoboyo, Yuwono (2013) Pengaruh Beberapa Faktor Risiko Terhadap Kejadian Surgical site infection (SSI) Pada Pasien Laparotomi Emergensi. Jambi Medical Journal, 1 (1). pp. 15-24. ISSN 2339-269x

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (238Kb) | Preview

    Abstract

    Surgical site infection (SSI) atau infeksi pada tempat operasi merupakan salah satu komplikasi utama operasi yang dapat meningkatkan morbiditas, mortalitas dan biaya perawatan penderita di rumah sakit. Angka kejadian SSI pada suatu institusi penyedia pelayanan kesehatan mencerminkan kualitas pelayanan pada institusi tersebut. Survei WHO menunjukkan bahwa angka kejadian SSI di dunia berkisar antara 5% sampai 34%. Salah satu tindakan bedah di rumah sakit dengan frekuensi yang cukup tinggi adalah operasi laparotomi baik elektif maupun emergensi. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi (faktor resiko) terjadinya SSI antara lain sifat operasi (derajat kontaminasi operasi), nilai ASA (American Society of Anesthesiologists), komorbiditas DM (diabetes melitus), suhu praoperasi, jumlah lekosit dan lama operasi. Penelitian ini ditujukan untuk mengeksplorasi angka kejadian SSI pada pasien-pasien yang dilakukan laparotomi emergensi di RSMH Palembang dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian SSI tersebut. Penelitian ini adalah suatu penelitian observasional analitik dengan disain cross-sectional. Hasil penelitian menemukan angka kejadian SSI 56,67% yang terdiri dari SSI insisional superfisial 70,6%, SSI insisional 23,5% dan SSI organ 5,9%. SSI ditemukan paling cepat hari ketiga dan yang terbanyak ditemukan pada hari ke lima (52,9%), dan yang paling lama adalah hari ketujuh. Jenis patogen yang terbanyak yang ditemukan dari spesiman yang diambil dari luka operasi adalah Escherichia coli 31,25%. Berdasarkan analisis statistik dengan confidence interval 95%didapatkan faktor ASA (p 0.004, OR 2,4), suhu (p 0.008, OR 10,2) dan komorbiditas diabetes mellitus (p 0.492, OR 1,87), sifat operasi (p 1.0 OR 1,36), jumlah lekosit(p 0.29, OR 4,80) dan lama operasi (p 0.123, OR 0,25). Kesimpulan: Kejadian SSI di RSMH Palembang hampir 2 kali lipat dibandingkan kejadian SSI di dunia. faktor ASA, suhu dan komorbiditas diabetes mellitus mempengaruhi kejadian SSI. Kata Kunci: Laparotomi emergensi, faktor resiko, SSI,

    Item Type: Article
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Faculty of Medicine
    Depositing User: Yon Yuwono
    Date Deposited: 06 Dec 2013 08:49
    Last Modified: 06 Dec 2013 08:54
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/3161

    Actions (login required)

    View Item