Tasawuf Kontekstual Kajian Hermeneutika Cerpen-Cerpen Danarto

Ratnawati, Latifah Tasawuf Kontekstual Kajian Hermeneutika Cerpen-Cerpen Danarto. Dramata Palembang, Palembang. ISBN 978-602-98735-4-2

[img]
Preview
PDF
Download (34Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF
    Download (866Kb) | Preview

      Abstract

      Cerita pendek merupakan karya prosa imajiner yang menceritakan berbagai masalah kehidupan manusia dan interaksinya dengan sesamanya dan lingkungannya. Kehidupan yang ditampilkan itu merupakan hasil dialog, kontemplasi, dan reaksi pengarang terhadap kehidupan dan lingkungan yang ada di sekitarnya itu. Bahkan, Wellek (1989:135) memandang bahwa karya sastra, termasuk cerpen tentu saja, dapat dianggap sebagai dokumen sejarah pemikiran dan filsafat. Karenanya, sejarah sastra dapat dianggap sejajar dan mencerminkan sejarah pemikiran.Pada tahun 1970-an muncul karya-karya sastra yang berwawasan estetika dan kesaadaran baru dalam sastra Indonesia. Abdul Hadi WM, dalam wawancara dengan wartawan Minggu Pagi, 31 Oktober 1987 memandang bahwa karya-karya sastra yang ditulis pada tahun 1970-an itu memiliki benang merah yang jelas dalam wawasan estetika, pandangan hidup, daerah penjelajahan, dan kesadaran zaman yang didominasi rasionalisme, nasionalisme, dan teknologi. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa karya sastra yang dijumpai antihero, menggarap arus kesadaran dalam pelakunya, tidak mempedulikan alur, dan mengembalikan realitas sastra kepada realitas imajiner. Dunia transenden digarap kembali sehingga muncul karya-karya sufistik atau ketasawufan dengan penghayatan baru.Di dalam kesusastraan Melayu, sastra tasawuf sudah dirintis oleh Hamzah Fansuri dan Samsuddin Pasai pada abad ke-16 di Aceh, yang dipengaruhi ajaran Wahdat al-Wujud Ibnu Arabi dari sastra Arab. Ajaran ini cenderung Pantheistis dan menemukan bumi suburnya di dalam sastra sufi Jawa (Simuh, 1994:14). Abdul Hadi WM (1995:12) menganggap Hamzah Fansuri sebagai peletak dasar puitika dan estetia Melayu yang mantap dan kukuh. Pengaruhnya masih terlihat sampai abad ke-20, khususnya dalam karya-karya penyair Angkatan Pujangga Baru. Bahkan, pengaruh itu juga terlihat pada sastrawan Angkatan 70-an, seperti Danarto

      Item Type: Book
      Uncontrolled Keywords: Tasawuf,Hermeneutika
      Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
      Divisions: Faculty of Teacher Training and Science Education > Department of Language and Arts Education > Indonesian Language and Literature Education
      Depositing User: Rudi Kule
      Date Deposited: 04 Dec 2013 11:48
      Last Modified: 04 Dec 2013 11:48
      URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/3059

      Actions (login required)

      View Item