PASAR KERJA FLEKSIBEL DAN EKSLUSI SOSIAL DI UNIVERSITAS (Kajian Hubungan Kerja Tenaga Pendidik Perempuan Pasca PTN_BHMN)

Sununianti, Vieronica Varbi (2012) PASAR KERJA FLEKSIBEL DAN EKSLUSI SOSIAL DI UNIVERSITAS (Kajian Hubungan Kerja Tenaga Pendidik Perempuan Pasca PTN_BHMN). Jurnal Ilmiah Pusat Studi Wanita Unsri ( JIPSWARI ) , III (2). pp. 94-137. ISSN 2087—8966.

This is the latest version of this item.

[img]
Preview
PDF (Cover) - Published Version
Download (18Mb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF
    Download (37Mb) | Preview
      [img]
      Preview
      PDF
      Download (102Mb) | Preview
        [img]
        Preview
        PDF
        Download (101Mb) | Preview
          [img]
          Preview
          PDF
          Download (100Mb) | Preview
            [img]
            Preview
            PDF (fenomena pasar kerja fleksibel di universitas) - Published Version
            Download (81Mb) | Preview
              [img]
              Preview
              PDF - Published Version
              Download (62Mb) | Preview

                Abstract

                Privatisasi pendidikan tidak semata meresahkan calon mahasiswa, mahasiswa, dan alumni, tertapi juga tenaga pendidiknya. Pelepasan tanggung jawab Negara pada dunia pendidikan ini sekaligus berdampak pada pasar kerja. Pasar kerja yang fleksibel merupakan suatu bentuk kemiskinan baru karena mengandung kerawanan pekerjaan. Saat ini, sistem hubungan kerja fleksibel sebagai turunan neoliberal bukan semata menjadi bagian kehidupan pekerja kelas bawah, melainkan juga kelas menengah. Tenaga pendidik di perguruan tinggi pun merasakan imbas dari kebijakan Negara sekaligus universitas ini. Meningkatnya ketidakpastian kerja, singkatnya masa kerja, tiadanya jaminan sosial, pendapatan yang tidak menentu, hingga nilai kerja yang tidak dibayar menjadi bagian kehidupan pendidik tidak tetap di perguruan tinggi. Hal tersebut akan bertambah lagi dengan tiadanya cuti haid, cuti melahirkan dan menyusui, hingga tunjangan bersalin bagi pendidik perempuan. Kondisi akan terus meningkat jika tidak ada perlawanan dari pekerja, khususnya pendidik perempuan sebagai pihak yang paling merasakan dampak kebijakan hubungan kerja fleksibel, Dengan demikian, kesadaran membentuk dan bergabung dalam serikat pekerja menjadi suatu keharusan dalam menolak sistem hubungan kerja fleksibel.

                Item Type: Article
                Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
                Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Department of Sociology
                Depositing User: Vieronica Varbi Sununianti
                Date Deposited: 30 Oct 2013 19:26
                Last Modified: 30 Oct 2013 19:26
                URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/2928

                Available Versions of this Item

                • PASAR KERJA FLEKSIBEL DAN EKSLUSI SOSIAL DI UNIVERSITAS (Kajian Hubungan Kerja Tenaga Pendidik Perempuan Pasca PTN_BHMN). (deposited 30 Oct 2013 19:26)[Currently Displayed]

                Actions (login required)

                View Item