Perlindungan Hukum Terhadap Hak Atas Merek Berkaitan Dengan Top Level Domain Names Serta Akibat Hukumnya Bagi Hak Atas Kekayaan Intelektual Di Indonesia Dan Internasional

Zuhir, Mada Apriandi and Utama, Meria (2008) Perlindungan Hukum Terhadap Hak Atas Merek Berkaitan Dengan Top Level Domain Names Serta Akibat Hukumnya Bagi Hak Atas Kekayaan Intelektual Di Indonesia Dan Internasional. Working Paper. Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Palembang. (In Press)

[img]
Preview
PDF
Download (224Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF
    Download (56Mb) | Preview

      Abstract

      Merek, memiliki kaitan yang sangat erat dengan dunia perdagangan, baik dalam bidang perdagangan barang maupun jasa. Sementara itu, perkembangan teknologi yang berkaitan dengan bidang internet pada akhir-akhir ini, telah menciptakan pangsa pasar baru bagi para pelaku bisnis. Dalam konteks ini, sebuah domain names menjadi suatu hal yang penting bagi pelaku usaha untuk menarik pengguna internet serta untuk membedakan mereka satu dana lain dengan menggunakan kata-kata yang umum dan dikenal dengan istilah merek dagang agar produk yang mereka hasilkan tersebut dapat dikenal oleh masyarakat. Dikarenakan begitu pentingnya fungsi dan peranan merek dalam dunia perdagangan, persaingan-persaingan antar competitor sering kali menjadi tidak sehat. Misalnya, memakai cara yang mudah dengan menggunakan atau meniru merek yang dipakai oleh pihak lain. Penelitian ini merupakan tipe penelitian deskripsi, dengan analisa datanya bersifat deskriptif analistis dan metode pendekatan yuridis normatif dilangkapi dengan penelitian yuridis sosiologis/empiris. Penelitian dilakukan di DKI Jakarta dan Kota Palembang. Dalam dalam penelitian ini meliputi data sekunder, meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier yang diperoleh melalui penelitian kepustakan. Pengolahan data dilakukan secara editing dan coding dan analisis datanya bersifat deskriptif-analitis-kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut (1) Hukum ha katas merek baik ditingkat nasional maupun rezim-rezim hukum ha katas merek internasional dapat diterapkan dan cukup mampu mengantisipasi penggunaan merek di dunia internet khsusnya berkaitan dengan nama domain. (2) Prinsip pendaftaran domain names, baik ditingkat internasional maupun yang diatur oleh UU ITE di Indonesia adalah prinsip pendaftaran pertama (first come first serve). Berkaitan dengan domain name, prinsip ini tidak memerlukan pemeriksaan substantive, seperti pemeriksaan dalam pendaftaran merek. Oleh karenanya prinsip ini tidak memadai bagi pemegang hak merek dalam konteks nama domain. (3) Pemegang hak merek dalam konteks domain names dapat menggugat dan/atau meminta pembatalan penggunaan domain names oleh pelanggar atas hak merek mereka. Selain itu saran yang ada adalah (1) dalam konteks domain name, merek yang digunakan sebagai domain name hendaknya didaftarkan ke Ditjen HKI ataupun yurisdiksi suatu Negara untuk memberikan kepastian hukum (2) perlunya lembaga pengelola domain name dan internet service provider yang ada di masing-masing wilayah menerapkan batas waktu aktivasi, misalnya tidak digunakan dalam waktu tertentu maka dianggap tidak melepaskan nama tersebut untuk menghindarkan kepemilikan domain name secara melawan hukum (3) persoalan domain name hendaknya diatur dalam suatu perundang-undangan tersendiri karena Undang-Undang yang ada selama ini hanya sedikit sekali mengatur persoalan tersebut

      Item Type: Monograph (Working Paper)
      Uncontrolled Keywords: merek,domain names,yuridis,deskriptif,analitis,kualitatif
      Subjects: K Law > K Law (General)
      Divisions: Faculty of Law > Department of Law
      Depositing User: Rudi Kule
      Date Deposited: 05 Sep 2013 11:16
      Last Modified: 05 Sep 2013 11:16
      URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/2610

      Actions (login required)

      View Item