HUKUM BISNIS: KONSEP DAN KAJIAN KASUS Kajian Perbandingan Hukum Bisnis Indonesia, Uni Eropa, dan Amerika Serikat

PUTRI, VEGITYA RAMADHANI HUKUM BISNIS: KONSEP DAN KAJIAN KASUS Kajian Perbandingan Hukum Bisnis Indonesia, Uni Eropa, dan Amerika Serikat. Setara Press INTRANS PUBLISHING GROUPS. ISBN 978-602-17934-3-5

[img] PDF (HUKUM BISNIS: KONSEP DAN KAJIAN KASUS Kajian Perbandingan Hukum Bisnis Indonesia, Uni Eropa, dan Amerika Serikat - Cover) - Cover Image
Restricted to Registered users only

Download (435Kb) | Request a copy
    [img] PDF (HUKUM BISNIS: KONSEP DAN KAJIAN KASUS Kajian Perbandingan Hukum Bisnis Indonesia, Uni Eropa, dan Amerika Serikat - intisari) - Published Version
    Restricted to Registered users only

    Download (8Kb) | Request a copy
      [img] PDF (HUKUM BISNIS: KONSEP DAN KAJIAN KASUS Kajian Perbandingan Hukum Bisnis Indonesia, Uni Eropa, dan Amerika Serikat - Abstract in English) - Published Version
      Restricted to Registered users only

      Download (9Kb) | Request a copy

        Abstract

        Pengaturan dan penegakan hukum terhadap penyalahgunaan posisi dominan dalam UU No.5 tahun 1999 membutuhkan metode analisis Rule of Reason. Hal tersebut dikarenakan dalam menentukan eksistensi posisi dominan dan eksistensi penyalahgunaan posisi dominan membutuhkan pengukuran terhadap unsur-unsur eksistensi posisi dominan tersebut, yaitu antara lain definisi pasar bersangkutan, market power, konsentrasi pasar, pangsa pasar, dan hambatan masuk. Sedangkan untuk menentukan adanya penyalahgunaan posisi dominan, dibutuhkan pengukuran secara kualitatif maupun kuantitatif terhadap derajat ketergantungan antar kompetitor, dampak kerugian pada kompetitor, dampak kerugian pada konsumen, dan pihak-pihak lain. Penyalahgunaan posisi dominan pada Competition Law di Uni Eropa diatur dalam Article 82 Rome Treaty. Dalam Article 82 Rome Treaty, pelaku usaha yang memiliki posisi dominan memiliki tanggung-jawab spesial untuk menjaga perilakunya sedemikian rupa supaya tidak memberlakukan syarat-syarat perdagangan secara tidak adil, tidak melakukan pembatasan terhadap produk, pasar, maupun inovasi yang merugikan konsumen, tidak melakukan diskriminasi terhadap pelaku usaha lain untuk transaksi sejenis, dan juga tidak menerapkan perjanjian yang tidak relevan dengan perjanjian pokok sehingga merugikan mitra dagang. Oleh karena itu, untuk menentukan eksistensi posisi dominan tersebut, diperlukan analisis struktur pasar secara komprehensif. Antitrust Law di Amerika Serikat diatur dalam Sherman Act. Dalam Section 1 Sherman Act, setiap kontrak, kombinasi kontrak, ataupun strategi yang mengekang perdagangan adalah illegal. Sedangkan Pada Section 2 Sherman Act, monopolisasi dapat dianggap sebagai suatu pelanggaran. Untuk menentukan apakah suatu tindakan atau perjanjian tersebut mengekang perdagangan, ataupun suatu tindakan monopolisasi, diperlukan penelitian dan analisa secara komprehensif. Metode yang komprehensif tersebut dikenal sebagai Rule of Reason. Analisis Rule of Reason berbasis kasus per kasus tentang dampak propersaingan ataukah antipersaingan.

        Item Type: Book
        Subjects: K Law > K Law (General)
        K Law > KZ Law of Nations
        Divisions: Faculty of Law
        Depositing User: VEGITYA RAMADHANI PUTRI
        Date Deposited: 05 Aug 2013 23:23
        Last Modified: 05 Aug 2013 23:23
        URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/2501

        Actions (login required)

        View Item