Perang Palembang dan Benteng-Benteng Pertahanannya

Farida, Farida (2012) Perang Palembang dan Benteng-Benteng Pertahanannya. In: Palembang : Masa lalu, masa kini, dan masa depan. UNSRI Press, Universitas Sriwijaya, pp. 57-64. ISBN 979-442-X

[img]
Preview
PDF
Download (1330Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF
    Download (7Mb) | Preview

      Abstract

      Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan jalannya beberapa peperangan di Kesultanan Palembang, dan peran benteng-benteng dalam berbagai peristiwa penting tersebut. Pada kurun waktu tahun 1819-1821, terjadi sebanyak tiga kali peperangan antara Kesultanan Palembang, dan pihak kolonial Belanda. Dalam beberapa peperangan tersebut, benteng-benteng (Sunsang, Pulau Keramat, Pulau Salanama, Pulau Gombora/Kemaro, Plaju, dan tengah Sungai Musi) yang dibangun oleh Sultan Mahmud Badaruddin II berperan penting dalam usaha menyerang, dan mempertahankan kedaulatan kerajaan ini. Tercatat benteng Pulau Kemaro, yang merupakan benteng terkuat pada waktu itu mampu membendung serangan Belanda, sekaligus laskar Palembang melakukan serangan balik. Kekuatan yang bertumpu pada benteng-benteng pertahanan membuktikan laskar Palembang berhasil mengusir Belanda. Akan tetapi, serangan besar-besaran yang dilancarkan pihak kolonial Belanda pada tahun 1821, tidak mampu menahan serangan tersebut. Akibatnya, Kesultanan Palembang sejak peristiwa itu berada di bawah kendali Belanda, walaupun kesultanan tidak dihapuskan. Jadi, jatuhnya keraton Kuto Besak, dan dibuangkan Sultan Badaruddin II bersama keluarganya merupakan akhir kedaulatan Kesultanan Palembang

      Item Type: Book Section
      Uncontrolled Keywords: Benteng,Perang,Kuto Besak
      Subjects: D History General and Old World > D History (General)
      Divisions: Faculty of Teacher Training and Science Education > Department of Social Sciences Education > History Education
      Depositing User: Rudi Kule
      Date Deposited: 05 Jul 2013 15:58
      Last Modified: 24 Mar 2014 10:17
      URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/2373

      Actions (login required)

      View Item