Referensi Mata Kuliah Produksi dan Teknologi Hasil Pengolahan Ternak Unggas "Produksi dan Teknologi Pengolahan PRODUK TERNAK ITIK"

Sahara , Eli and Susanti, Mik and Raudati, Erfi (2009) Referensi Mata Kuliah Produksi dan Teknologi Hasil Pengolahan Ternak Unggas "Produksi dan Teknologi Pengolahan PRODUK TERNAK ITIK". Paradigma Indonesia (Group Elmatera), Maguwoharjo, Yogyakarta. ISBN 978-979-185-192-3

[img]
Preview
PDF
Download (178Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF
    Download (310Kb) | Preview
      [img]
      Preview
      PDF
      Download (531Kb) | Preview

        Abstract

        Buku Produksi dan Teknologi Pengolahan Ternak Itik terdiri dari beberapa bab yang mengulas tentang lingkungan usaha ternak itik, jenis itik di Indonesia, pekandangan, pakan, reproduksi, pencegahan dan pengendalian penyakit serta teknologi pengolahan hasil ternak itik. Memulai usaha peternakan itik perlu dipertimbangkan lingkungan tempat pendirian usaha peternakan itik. Lingkungan usaha ini dapat dikelompokkan menjadi dua faktor yaitu faktor makro dan mikro. Berkaitan dengan faktor makro yang perlu dipelajari sebelum mengambil keputusan untuk berusaha, adalah faktor klimatik, edafik, biotik, pemasaran. Sedangkan faktor mikro meliputi semua sifat teknis komoditi dalam aspek produksi, reproduksi dan pengolahan. Ternak itik yang menyebar di daerah-daerah yang ada di Indonesia merupakan keturunan dari bangsa itik Indian Runner seperti Itik Tegal, Itik Kerawang / Itik Cirebon, Itik Bali atau itik Pinguin (Anas sp.), Itik Alabio (Anas platurynchos Borneo dan Itik Khaki Campbell. Ternak itik memerlukan kandang sebagai tempat berteduh, tempat beristirahat, tempat makan dan sebagai tempat bereproduksi dan produksi bagi ternak. Faktor pakan memegang peranan penting dalam keberhasilan usaha ternak. Pakan yang diberikan kepada ternak harus memenuhi kebutuhan gizi dari ternak agar hidup pokok terpenuhi dan ternak dapat berproduksi dengan baik. Kebutuhan nutrisi dari ternak didapat dari ransum yang dikonsumsi. Oleh sebab itu ransum untuk ternak yang diberikan harus mengandung zat-zat gizi sesuai kebutuhan ternak tersebut. Tidak seperti pemeliharaan ternak ayam, penanggulangan penyakit pada usaha ternak itik bukan merupakan faktor yang utama dalam sistim tata laksana peternakan itik. Walaupun ternak itik lebih tahan terhadap wabah penyakit, tetapi bila terjadi wabah penyakit kerugian yang ditimbulkannya akan menjadi sangat besar. Kerugian tersebut berupa penurunan produksi telur, daging dan terjadinya kematian. Penyakit yang biasa menyerang ternak di Indonesia adalah penyakit para influenza (asal virus), kolera (asal bakteri) dan aflatoksikosis (asal aflatoksin). Oleh sebab itu diperlukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit sebelum penyakit ternak itu dating mewabah.

        Item Type: Book
        Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
        Divisions: Faculty of Agriculture
        Depositing User: Ibu Eli Sahara
        Date Deposited: 22 May 2013 05:55
        Last Modified: 22 May 2013 05:55
        URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/2125

        Actions (login required)

        View Item