Angka Kecukupan Energi Pad Remaja Yang Berolahraga

marsiyem, marsiyem (2011) Angka Kecukupan Energi Pad Remaja Yang Berolahraga. ALTIUS, 1 (2). pp. 48-55. ISSN 2078 - 927X

[img]
Preview
PDF
Download (1808Kb) | Preview
    [img] Microsoft Word
    Download (154Kb)

      Abstract

      Pada kelompok umur remaja menunjukkan fase perkembangan tubuh yang pesat dan diiringi aktivitas fisik, sehingga kebutuhan zat gizi naik pula (Bambang Wirjatmadi, 1996). Pada remaja yang melakukan aktifitas olahraga, berarti kebutuhan energi dikeluarkan harus sesuai dengan asupan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut para remaja harus mengkonsumsi makanan yang terdiri dari : nasi, lauk pauk, sayuran dan buah – buahan atau yang mengandung zat karbohidrat, zat protein, zat lemak dan vitamin, mineral. Tujuan dari makalah adalah Untuk mengetahui kebutuhan BMR, Untuk mengetahui kebutuhan energi keseluruhan, Untuk mengetahui pertumbuhan fisik antara tinggi badan dan berat badan remaja. Aktivitas olahraga membutuhkan metabolisme optimal dari makro nutrien. Metabolisme optimal makronutrien tergantung dari adanya dan ketersediaan mikronutrien. Makronutrien dan mikronutrien sangat dibutuhkan untuk menghasilkan energi sehingga atlet dapat maksimal olahraga (Depkes, 1997). Transisi dari masa anak-anak ke usia dewasa ditandai oleh perubahan fisik, fisiologi, dan psikologi sosial. Masa transisi ini dikenal sebagai masa remaja, pada masa ini ditandai dengan adanya kematangan fungsi seksual, pada tumbuh dan tercapainya bentuk dewasa yang terjadi karena pematangan fungsi endokrin. Usia dimulainya masa ini bervariatif antara individu dan antara jenis kelamin. Masa ini sangat sering disebut sebagai masa krisis kedua yang sering menimbulkan konflik – konflik selain dalam diri remaja juga dalam hubungan dengan orang lain. Perkembangan terjadi pada masa – masa ini juga meliputi keseluruhan kepribadian (Samsudin 1985, 70-71, dalam Armanto 1999). Pada masa ini terjadi perubahan fisik yang cepat yaitu dalam hal perubahan tinggi badan, perubahan pada hormon yang mempengaruhi ciri-ciri sekunder dan mulainya menstruasi, karena dapat dipahami pada masa ini amat dibutuhkan kalori dan gizi lain dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Bahwa gizi memegang peran penting dalam daur kehidupan. Fase ini jelas tampak tampil pada penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ridder (1991) dalam Armanto (1999). Pada masa remaja adalah transisi dari masa anak-anak ke usia dewasa. Saat ini pada kelompok remaja sedang mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Sehingga diperlukan zat-zat gizi yang lengkap dan meningkat untuk mendapatkan perkembangan dan pertumbuhan yang sesuai dengan umurnya. Pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, tidak terjadi keterlambatan dan kelambatan. Faktor gizi dan kegiatan, jadi kalau zat gizi yang cukup dapat untuk proses pertumbuhan dan kegiatan tidak terganggu, kegiatan fisik akan mempengaruhi seluruh organ tubuh, memacu fungsi jantung, paru-paru menghirup O2 dan metabolisme zat-zat gizi yang ada dalam tubuh untuk menjadi tenaga yang diperlukan dalam melakukan aktifitas sedang atau berat dan membuang sisa-sisa pembakaran CO2 dan air. Sumber zat gizi tersebut didapatkan dalam makanan nasi, lauk pauk, sayur sayuran dan buah – buahan, yang didalam makanan ini terdapat zat-zat gizi, zat karbohidrat untuk sumber tenaga. Zat protein untuk pertumbuhan dan pengganti jaringan yang sudah rusak. Zat lemak untuk cadangan tenaga dan tempat larutnya Vitamin A, D, E, K. Vitamin dan mineral sebagai bahan pengatur dan persyarafan, keseimbangan asam basah. Dari makanan inilah yang akan membentuk tubuh pada remaja tinggi dan berat badan remaja, sehingga dapat dilihat bagi remaja yang mengalami hambatan pertumbuhan akan mengalami tinggi dan berat badan yang kurang optimal, dengan remaja seumurnya. Disebabkan gizi yang tidak seimbang antara yang dibutuhkan zat gizi yang masuk dengan yang keluar. Dengan mengetahui angka kecukupan energi diharapkan para remaja dapat memenuhi kebutuhan energi yang diperlukan dan mau mengkonsumsi makanan yang mengandung kabohidrat, protein, dan lemak, vitamin dan mineral, untuk kebutuhan tubuh yang cukup. Dengan mengukur tinggi badan dan berat badan remaja itu sendiri. Ia akan mengetahui pertumbuhan fisiknya. Pertumbuhan fisiknya mengalami hambatan atau tidak.

      Item Type: Article
      Subjects: L Education > L Education (General)
      Divisions: UNSPECIFIED
      Depositing User: Dra Marsiyem Mkes
      Date Deposited: 01 May 2013 14:36
      Last Modified: 01 May 2013 14:36
      URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/2009

      Actions (login required)

      View Item