Perbandingan Biaya Pelayanan Tindakan Medik Operatif Terhadap Tarif INA-DRG Pada Program Jamkesmas

Septianis, Dwi and Misnaniarti, Misnaniarti and Alwi, Masnir (2010) Perbandingan Biaya Pelayanan Tindakan Medik Operatif Terhadap Tarif INA-DRG Pada Program Jamkesmas. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan (JMPK), 13 (03). pp. 133-139. ISSN 1410-6515

[img] PDF (Tarif INA-DRG pada program Jamkesmas) - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (266Kb) | Request a copy

    Abstract

    Tujuan : Konsep Indonesian Diagnosis Related Group (INA-DRG) secara umum bertujuan untuk efisiensi dan mutu pelayanan kesehatan. Dengan tarif paket ini diharapkan akan mampu menekan tingginya biaya kesehatan, dimana salah satu pelayanan kesehatan dengan biaya yang tinggi di suatu rumah sakit contohnya adalah tindakan operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan biaya pelayanan tindakan medik operatif terhadap tarif INA-DRG yang diterapkan pada Program Jamkesmas di RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang pada kuartal I tahun 2009. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien Jamkesmas yang mendapatkan perawatan tindakan medik operatif di RSMH Palembang periode bulan Januari sampai April tahun 2009 yang berjumlah sekitar 232 orang. Sampel diambil dengan metode proportional stratified sampling sehingga berjumlah 70 orang. Jenis data yang dianalisis adalah data primer berupa rincian biaya rawat inap pasien yang dikumpulkan melalui observasi menggunakan alat bantu berupa check list. Data penelitian ini dianalisis secara deskriptif untuk menghasilkan gambaran distribusi nilai rupiah dari biaya pelayanan tindakan medik operatif yang dikategorikan menjadi tiga kelompok yaitu : Operasi khusus, Operasi besar, dan Operasi sedang. Kemudian hasilnya disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan narasi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa 98,6% biaya pelayanan tindakan medik operatif pada pasien Jamkesmas di RSMH tidak sesuai dengan tarif INA-DRG. Jika dilihat dari komponen biayanya, maka biaya operasi pada tindakan operasi khusus memiliki kecenderungan untuk merugi karena sebagian besar biayanya (55,6%) melebihi dari biaya rata-rata. Pada komponen biaya perawatan didapatkan bahwa biaya keperawatan lebih besar dari biaya rata-rata paling banyak pada operasi khusus (41,2%). Pada komponen biaya pelayanan penunjang diketahui bahwa biaya yang lebih besar dari biaya rata-rata paling banyak pada operasi sedang (50%). Pada komponen biaya obat-obatan diketahui bahwa biaya pemakaian obat-obatan yang lebih besar dari biaya rata-rata paling banyak terdapat pada operasi besar sekitar 40%. Sehingga apabila dilihat dari total biaya yang dihitung berdasarkan penjumlahan 4 komponen biaya di atas didapatkan bahwa total biaya tindakan operasi yang lebih kecil dari biaya rata-rata paling banyak pada operasi khusus (72,2%), sedangkan biaya tindakan operasi yang lebih besar dari biaya rata-rata paling banyak pada operasi sedang (45,5%). Ini menunjukkan bahwa biaya total tindakan operasi sedang yang dikeluarkan pada pasien Jamkesmas di RSMH lebih besar dari biaya yang umumnya pada operasi tersebut. Kesimpulan : Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada kecenderungan merugi di pelayanan tindakan medis operatif pada pasien Jamkesmas di RSMH karena sebagian besar biaya tindakan tidak sesuai dengan tarif INA-DRG. Disarankan agar RSMH segera menetapkan clinical pathway yang sesuai dengan INA-DRG dan bisa menjadi acuan bagi rumah sakit dalam memberikan pelayanan khususnya terhadap pasien JAMKESMAS. Kata Kunci : Biaya Pelayanan Kesehatan, Tarif INA-DRG, JAMKESMAS

    Item Type: Article
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Faculty of Public Health
    Depositing User: S.KM, M.KM Misnaniarti Misnaniarti
    Date Deposited: 14 Mar 2013 12:45
    Last Modified: 14 Mar 2013 12:45
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/1812

    Actions (login required)

    View Item