Penggunaan Metoda Juxtaposisi untuk Bangunan Pasar Bersejarah 16 ilir Palembang

Muhammad Fajri, Romdhoni, ST., MT Penggunaan Metoda Juxtaposisi untuk Bangunan Pasar Bersejarah 16 ilir Palembang. Palembang masa lalu, kini dan masa depan.

[img]
Preview
PDF (JUXTAPOSISI MUHAMMAD FAJRI ROMDHONI) - Published Version
Download (1467Kb) | Preview

    Abstract

    Abstract A building or an environment could not avoid the growth and change of an era. With the development and change of an environment tends to change the identity and diminish the authenticity of an architectural object. An architectural heritage or the architectural remains has became the identity of its environment and are often becoming obsolescensed, it is being disrespected because of the unability to provide the necessary facilities and needs of the different era’s.. Identities and an image would became a necessity to give a statement of a building or an environment to the obsolescense environment. Pasar 16 Ilir Palembang is the case study and the oldest public market in the city of Palembang. It has kept numerous architectural herigaes and the buildings had became an identity which hasn’t been given the proper treatment by the market holders or the user of those markets. The general reason is it was caused by the continuous decline of identity and spatial qualities. This thesis is a study on applying the methods of juxtaposition on a heritage environment that hascommercial values. The juxtaposition is being used to determine the proper architectural treatment that could be applied on a heritage buildings and an environment that tend to have obsolescence so that it would have a new identity that are both strong for its heritage values and also provides the atmosfer suitable to its time. Keywords : obsolescense, architectural heritage, imaging, Pasar 16 ilir, juxtaposition Abstrak Sebuah bangunan ataupun lingkungan tidak dapat lepas dari perubahan dan perkembangan, hal tersebut menjadi sesuatu hal yang tidak dapat kita hindari. Dengan berubah dan berkembangnya lingkungan tersebut mengakibatkan hilangnya identitas dan lunturnya aut henticity dari objek arsitektur tersebut. Bangunan bersejarah ataupun reruntuhan yang telah menjadi identitas bagi lingkungannya seringkali semakin tidak bernilai dan tidak dihargai karena tidak menyediakan fasilitas yang dibutuhkan oleh zaman yang berbeda-beda. Namun identitas dan pencitraan akan selalu menjadi sesuatu yang sangat diperlukan untuk memberikan penegasan akan fungsi bangunan ataupun lingkungan yang mengalami penurunan nilai tersebut. Pasar 16 ilir Palembang merupakan sebuah studi kasus dan merupakan pasar tertua yang ada di kota Palembang. Di dalamya terdapat bangunan-bangunan tua dan bersejarah yang menyimpan identitas bersejarah dari pasar tersebut, namun saying hal tersebut tidak disikapi dengan “pantas” baik oleh pengelola pasar tersebut maupun para pengguna pasar. Hal tersebut secara umum disebabkan oleh luntur nya identitas dan kualitas ruang yang menjadikan sebuah lingkungan terus mengalami penurunan nilai. tulisan ini akan membahas tentang penelusuran sebuah metoda Juxtaposition yang diaplikasikan pada sebuah lingkungan komersial bersejarah sebagai penentuan suatu sikap arsitektur yang “pantas” untuk diterapkan didalam lingkungan ataupun bangunan bersejarah yang mengalami penurunan nilai agar dapat kembali pada kondisi terbaik nya dan timbul sebuah identitas baru untuk memperkuat nilai sejarahnya dan memberikan atmosfer ruang yang sesuai dengan zamannya. Kata kunci : Penurunan nilai bangunan bersejarah, pencitraan, Pasar 16 Ilir, juxtaposition

    Item Type: Article
    Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
    Divisions: Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
    Depositing User: ST., MT muhammad fajri romdhoni
    Date Deposited: 12 Feb 2013 12:56
    Last Modified: 12 Feb 2013 12:56
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/1747

    Actions (login required)

    View Item