Kinerja Perusahaan Inti Rakyat Kelapa Sawit di Sumatera Selatan: Analisis Kemitraan dan Ekonomi Rumahtangga Petani (

Bakir , Laila Husin (2007) Kinerja Perusahaan Inti Rakyat Kelapa Sawit di Sumatera Selatan: Analisis Kemitraan dan Ekonomi Rumahtangga Petani (. PhD thesis, Institut Pertanian Bogor (IPB).

[img]
Preview
PDF (COVER OF DISSERTATION)
Download (478Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF (CONTENT 0F DISSERTATION)
    Download (1312Kb) | Preview
      [img]
      Preview
      PDF (APPENDIX)
      Download (671Kb) | Preview
        [img]
        Preview
        PDF (APPENDIX)
        Download (497Kb) | Preview

          Abstract

          Proyek Perusahaan Inti Rakyat (PIR) kelapa sawit sudah dimulai sejak tahun 1980/1981 di Sumatera Selatan. Posisi Sumatera Selatan dalam industri kelapa sawit Indonesia adalah terbesar ketiga dalam luas areal dan produksi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis struktur, perilaku dan kinerja ekonomi pola perusahaan inti rakyat (PIR-Sus, PIR-Trans, PIR-KUK) kelapa sawit di Sumatera Selatan, (2) menganalisis perilaku ekonomi rumahtangga petani plasma kelapa sawit sebagai pelaku penting dalam kemitraan, dan (3) membandingkan dampak faktor eksternal dan internal terhadap kinerja ekonomi rumahtangga petani plasma kelapa sawit. Fokus analisis adalah rumahtangga petani plasma dan keterkaitan lembaga lain. Penelitian ini menggunakan konsep kelembagaan, model struktur-perilaku-kinerja (S-C-P model) dan model ekonomi rumahtangga petani. Data yang digunakan adalah cross section tahun 2002 dengan 10 desa di 3 kabupaten dan jumlah responden 350 KK. Struktur, perilaku dan kinerja pasar dianalisis secara deskriptif dan menggunakan kriteria kelayakan usaha. Estimasi model persamaan simultan menggunakan metoda 2 SLS, validasi menggunakan RMSPE, U-Theil dan koefisien determinasi (R²) variabel endogen. Simulasi model menggunakan beberapa faktor eksternal dan internal sebagai variabel instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar di lokasi penelitian bersaing tidak sempurna, kekuatan tawar diantara pelaku tidak seimbang, dimana posisi petani lebih lemah. Penetapan harga merujuk SK Menhutbun yang dilaksanakan oleh Dinas Perkebunan dan Inti mempunyai beberapa kelemahan. Kinerja kebun plasma peserta pola PIR-Trans relatif lebih baik daripada PIR-Sus dan belum dapat dibandingkan secara penuh dengan pola PIR-KUK untuk beberapa kriteria. Parameter estimasi untuk variabel penjelas pada perilaku rumahtangga petani plasma mempunyai tanda sesuai harapan, sebagian besar variabel penjelas berpengaruh nyata (taraf 10%) tetapi umumnya tidak respon (inelastis). Perilaku rumahtangga petani plasma kelapa sawit non-rekursif, dimana parameter estimasi persamaan perilaku produksi dan konsumsi saling terkait secara nyata. Peningkatan kombinasi harga output dan harga input memberikan dampak positif pada kinerja rumahtangga petani plasma. Kombinasi kenaikan upah di kebun plasma dan kebun Inti dengan proporsi yang sama memberikan dampak positif pada kinerja rumahtangga petani plasma. Perluasan areal kebun plasma dan peningkatan penggunaan tenaga kerja keluarga di kebun plasma memberikan dampak positif pada kinerja rumahtangga petani plasma kelapa sawit. Perbaikan kinerja PIR kelapa sawit Sumatera Selatan dapat dimulai dari rumahtangga petani plasma, organisasi petani dan aturan main dalam kemitraan terutama dalam penetapan harga dan pembayaran produk kelapa sawit petani plasma. Kata Kunci: kelapa sawit, perusahaan inti, petani plasma, kemitraan, struktur-perilaku-kinerja, model ekonomi rumahtangga petani,

          Item Type: Thesis (PhD)
          Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
          Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agribusiness
          Depositing User: DR LAILA HUSIN
          Date Deposited: 12 Feb 2013 12:58
          Last Modified: 12 Feb 2013 12:58
          URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/1746

          Actions (login required)

          View Item