AKUMULASI LOGAM BERAT (Pb DAN Cu) PADA DAGING KEPITING UNTUK KEAMANAN PANGAN DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BANYUASIN

Purwiyanto, Anna Ida Sunaryo and Lestari, Susi (2012) AKUMULASI LOGAM BERAT (Pb DAN Cu) PADA DAGING KEPITING UNTUK KEAMANAN PANGAN DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BANYUASIN. Project Report. Unversitas Sriwijaya, Inderalaya, Sumatera Selatan. (Unpublished)

[img] PDF (heavy metals, accumulation) - Supplemental Material
Restricted to Registered users only until 30 December 2013.
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (863Kb)

    Abstract

    Perairan muara Sungai Banyuasin yang berhadapan langsung dengan Selat Bangka menjadikan muara sungai ini kaya akan beragam jenis ikan, bahkan termasuk salah satu sentra perikanan tangkap di Sumatera Selatan (BRPPU, 2006). Oleh karena itu, adanya pemanfaatan wilayah muara sungai sebagai lintas pelayaran dan juga akhir aliran limbah stockpile batubara, tentu saja akan mempengaruhi komoditas perikanan yang ada, baik pengaruh dalam jumlah komoditas maupun kualitas atau kelayakan konsumsinya. Apabila kondisi biota, terutama kandungan logam berat, serta kualitas perairan di muara diketahui maka dapat menjadi acuan dasar untuk kelayakan konsumsi komoditi perikanan yang berasal dari muara sungai ini. Penelitian ini dilaksanakan di perairan muara Sungai Banyuasin. Tujuan penelitian ini adalah : (1). Menganalisis kualitas perairan di muara Sungai Banyuasin, baik kualitas kolom air maupun sedimen, yang meliputi faktor fisika yaitu arah dan kecepatan arus, kecerahan; faktor kimia meliputi pH, TSS, Fe, Mn, Pb dan Cu, (2). Menganalisis kandungan logam berat (Pb dan Cu) pada daging kepiting yang hidup di daerah perairan Muara Sungai Banyuasin. Guna mencapai tujuan penelitian tersebut, pengambilan sampel dilakukan di 3 stasiun yang mewakili setiap daerah Muara Sungai Banyuasin, yaitu stasiun 1 pada mulut terluar muara yang berhadapan langsung dengan laut, stasiun 2 pada bagian tengah muara dan stasiun 3 pada bagian dalam muara yang mendapat masukkan langsung dari badan sungai. Pengukuran parameter dilakukan insitu maupun analisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan distribusi secara vertikal pada logam berat Cu, Pb, Mn dan Fe pada masing-masing stasiun, serta terdapat kandungan logam berat Pb dan Cu pada daging kepiting Scylla serrata yang terdapat di masing-masing stasiun. Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004 dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 113 Tahun 2003, hanya pada permukaan perairan stasiun 1 dan 3 serta bagian dasar perairan stasiun 2 yang konsentrasi logam Cu tidak melebihi ambang batas baku mutu. Sedangkan untuk logam Pb, ternyata seluruh bagian perairan pada ketiga stasiun di Muara Sungai Banyuasin telah melebihi ambang batas baku mutu, sehingga perairan Muara Sungai Banyuasin bisa dikatakan telah mengalami pencemaran logam Pb. Pada hasil pengukuran logam Fe dan Mn, ternyata tidak ada bagian perairan pada ketiga stasiun Muara Sungai Banyuasin yang ditemukan telah melebih ambang baku mutu. Namun demkian, akumulasi logam Fe dan Mn yang cukup tinggi terjadi pada sedimen di ketiga buah stasiun. Pada daging kepiting yang ditemukan di setiap stasiun, akumulasi logam berat Pb dan Cu pada daging kepiting terbanyak terjadi pada kepiting Scylla serrata pada stasiun 1, kemudian stasiun 3 dan akumulasi terendah pada stasiun 2. Hasil analisa korelasi dan regresi juga menunjukkan adanya tingkat keeratan yang cukup tinggi dan saling mempengaruhi antara logam berat yang terdapat dalam daging kepiting dan logam berat di perairan. Berdasakan parameter-parameter kelayakan perairan pada kedua keputusan Menteri Lingkungan Hidup tersebut, parameter TSS dan pH perairan ternyata juga mampu mengindikasikan apakah terdapat pencemaran ataukah tidak. Hasil pengukuran TSS di laboratorium dan pH perairan secara insitu, menunjukkan bahwa nilai TSS pada ketiga stasiun sangat tinggi mengindikasikan tingginya zat padat terlarut dalam badan air muara Sungai Banyuasin, sehingga dari segi padatan tersuspensinya maka muara Sungai Banyuasin dapat dikatakan telah mengalami pencemaran. Namun, pH perairan Muara Sungai Banyuasin masih berada di bawah ambang baku mutu.

    Item Type: Monograph (Project Report)
    Subjects: Q Science > Q Science (General)
    Q Science > QD Chemistry
    Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Fishery Products Technology
    Faculty of Mathematics and Natural Sciences > Department of Marine Sciences
    Depositing User: Anna Ida Sunaryo Purwiyanto
    Date Deposited: 04 Feb 2013 09:16
    Last Modified: 04 Feb 2013 09:16
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/1622

    Actions (login required)

    View Item