PENGGUNAAN MODEL RUMAHTANGGA PETANI UNTUK MENGKAJI PERILAKU EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI KELAPA SAWIT DI SUMATERA SELATAN

Husin, Laila (2012) PENGGUNAAN MODEL RUMAHTANGGA PETANI UNTUK MENGKAJI PERILAKU EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI KELAPA SAWIT DI SUMATERA SELATAN. Paper untuk Kenaikan pangkat Lektor Kepala Fakultas Pertanian, Unsri. pp. 1-19. (Unpublished)

[img]
Preview
PDF
Download (125Kb) | Preview

    Abstract

    Tujuan penelitian secara umum adalah menganalisis perilaku ekonomi anggota rumahtangga petani kelapa sawit di Sumatera Selatan, secara rinci tujuannya adalah (1) untuk menganalisis ragam aktifitas ekonomi anggota rumahtangga petani plasma dan kontribusinya pada pendapatan keluarga, (2) menganalisis faktor–faktor yang mempengaruhi perilaku ekonomi (produksi, curahan kerja dan konsumsi), dan saling terkaitnya aktifitas ekonomi tersebut pada rumahtangga petani kelapa sawit di Sumatera Selatan. Ragam aktifitas ekonomi dikaji secara deskriptif kuantitatif dengan tabulasi data, sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ekonomi dijelaskan dengan model rumahtangga petani. Kajian ini terutama menggunakan data sekunder jenis cross section, hasil survey tim Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya tahun 2002 pada 10 desa mewakili tiga kabupaten (Musi Banyuasin, Muara Enim dan Ogan Komering Ilir) di Sumatera Selatan dengan jumlah 350 rumahtangga petani. Analisis model menggunakan persamaan simultan dan diestimasi dengan metode 2SLS (two stage least square method). Hasil studi menunjukkan bahwa ragam aktifitas ekonomi anggota rumahtangga petani kelapa sawit dicerminkan oleh ragam pendapatan keluarga, dimana kontribusi terbesar berasal dari usahatani kelapa sawit (56.62%), sedangkan dari non usahatani kelapa sawit berasal dari dari luar usahatani (17.26%), kebun karet (14,07%), lahan pangan (11,25%) dan usaha ternak (1,57%). Perilaku ekonomi rumahtangga petani kelapa sawit dapat dijelaskan dengan menggunakan model rumahtangga petani, dimana semua tanda parameter estimasi sesuai harapan dan sebagian besar berpengaruh nyata (pada taraf 10%). Perilaku ekonomi ini terbukti bersifat non-rekursif yaitu perilaku produksi dan konsumsi saling terkait secara nyata. Implikasi dari keterkaitan ini bahwa setiap kebijakan pemerintah pada satu aktifitas ekonomi akan mempengaruhi aktifitas ekonomi lain, sehingga sebaiknya menjadi bahan pertimbangan dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah yang berhubungan dengan rumahtangga petani kelapa sawit. Kata Kunci: model rumahtangga petani, kelapa sawit, perilaku ekonomi, produksi, konsumsi, curahan kerja

    Item Type: Article
    Additional Information: Paper untuk Kenaikan Jabatan Lektor Kepala di Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agribusiness
    Depositing User: DR LAILA HUSIN
    Date Deposited: 26 Mar 2013 15:02
    Last Modified: 26 Mar 2013 15:02
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/1600

    Actions (login required)

    View Item