Jalan terjal pencapaian MDGs di Sumatera Selatan

Alamsyah, Alamsyah and Mery, Yanti Jalan terjal pencapaian MDGs di Sumatera Selatan. Prosiding Seminar Nasional Demokrasi dan Masyarakat Madani.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (393Kb) | Preview

    Abstract

    Selama 32 tahun, di bawah kendali rezim Orde Baru, Indonesia mengagungkan Trilogi Pembangunan sebagai kitab suci pembangunan nasional. Orde Baru dan triloginya runtuh karena krisis moneter yang memicu reformasi politik 1998. Dalam rentang waktu singkat, gelombang reformasi politik membuat wajah republik ini berubah, termasuk soal hubungan politik pusat dan daerah yang populer dengan istilah desentralisasi/otonomi daerah. Bagi Sumatera Selatan, desentralisasi menyebabkan jumlah kabupaten/kota di wilayahnya mencapai 16 (enam belas). Sementara itu, isu MDGs di Sumatera Selatan – khususnya pendidikan – menjadi salah satu kata kunci propaganda politik banyak kandidat kepala daerah. Ketika MDGs berjasa mengantarkan kemenangan pasangan kepala daerah tertentu, sudahkah ia dihargai dengan layak! Tulisan ini akan menganalisis implikasi desentralisasi terhadap target pencapaian MDGs pada 2015. Fokusnya adalah bagaimana menjelaskan relasi dinamis MDGs dengan dinamika ekonomi-politik lokal.

    Item Type: Article
    Uncontrolled Keywords: MDGs, desentralisasi, sumatera selatan
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    J Political Science > JS Local government Municipal government
    Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Department of Public Administration
    Faculty of Social and Political Sciences > Department of Sociology
    Depositing User: Mr. Alamsyah Alamsyah
    Date Deposited: 22 Oct 2013 17:34
    Last Modified: 22 Oct 2013 17:34
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/1598

    Actions (login required)

    View Item