Studi Eksperimental Optimalisasi Campuran Bahan Bakar Solar dengan Crude Jatropha Oil (CJO) Terhadap Karakteristik Motor Diesel Didacta Italia Test Bed T 85 D

Teguh Budi, SA and Mohruni, Amrifan Saladin and Arifin, A (2011) Studi Eksperimental Optimalisasi Campuran Bahan Bakar Solar dengan Crude Jatropha Oil (CJO) Terhadap Karakteristik Motor Diesel Didacta Italia Test Bed T 85 D. In: The 10th Annual National Seminar of Mechanical Engineering (STTM X), 2 - 3 November 2011, Malang, Indonesia.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (2192Kb) | Preview

    Abstract

    Penggunaan buah jarak pagar (Jatropha curcas Linn) atau juga disebut juga physic nut merupakan tanaman yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia semenjak zaman penjajahan Jepang. Jarak pagar dapat tumbuh dan hidupdengan baik pada daerah dataran rendah sampai dataran tinggi,curah hujan yang rendah maupun curah hujan tinggi (300 – 2.380 ml/tahun),dan pada rentang suhu antara 20–26 oC. Karena sifat-sifat tersebut tanaman jarak pagar mampu tumbuh pada tanah berpasir, berbatu, lempung ataupun tanah liat, sehingga jarak pagar dapat dikembangkan pada lahan kritis . Jarak pagar memiliki buah yang terdiri dari daging buah, cangkang biji dan inti biji. Inti biji pada buah jarak merupakan bagian yang menghasilkan minyak sebagai campuran bahan bakar biodiesel dengan proses awal ekstraksi. Kandungan minyak yang terdapat dalam biji baik cangkang maupun buah berkisar antara 25-35% dari berat kering biji jarak pagar. Oleh sebab itu, pada penelitian ini kami mencoba meneliti penggunaan biodiesel CJO dan mencari variasi campuran yang optimal dari perbandingan campuran solar (B3,787, B10, B25, B38,5, B40, dan B46,213) dan temperatur pre-heat (22,24oC, 27oC, 38,5oC, 50oC, dan 54,76oC) terhadap parameter-parameter prestasi mesin diesel, yaitu: pemakaian bahan bakar spesifik ( Be), perbandingan udara – bahan bakar (AFR), dan efisiensi thermal (ηth).Pada penelitian ini, analisa data dilakukan dengan menggunakan software Design Expert 6.0, sehingga dapat diketahui titik optimal suatu campuran.Dari hasil analisa data didapat nilai Be tertinggi terdapat pada B40 dan temperatur pre-heat 50oC, sedangkan nilai Be terendah terdapat pada B25 dan temperatur pre-heat 38,5oC.Nilai AFR tertinggi terdapat pada B25 dan pada temperatur pre-heat 38,5oC, sedangkan nilai AFR yang terendah terdapat pada B40 dan pada temperatur pre-heat 50oC.Nilai ηth tertinggi terdapat pada B25 dan temperatur pre-heat 38,5oC, sedangkan nilai ηth terendah terdapat pada B3,787 dan pada temperatur pre-heat 38,5

    Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
    Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
    T Technology > TS Manufactures
    Divisions: Faculty of Engineering > Department of Mechanical Engineering
    Depositing User: Dipl.-Ing. Ir. PhD. Amrifan Saladin Mohruni
    Date Deposited: 23 Oct 2012 18:40
    Last Modified: 23 Oct 2012 18:40
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/1370

    Actions (login required)

    View Item