PANDANGAN HOLISTIK TENTANG BANGUNAN HEMAT ENERGI

Liauw, Franky (2011) PANDANGAN HOLISTIK TENTANG BANGUNAN HEMAT ENERGI. In: Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3. Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Palembang, pp. 169-177. ISBN 979-587-395-4

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (176Kb) | Preview

    Abstract

    Krisis energi terjadi karena kandungan minyak bumi akan habis dalam waktu tidak terlalu lama lagi. Energi alternatif belum dapat sepenuhnya menggantikan karena masih mahal. Penghematan penggunaan energi harus dijalankan. Budaya hemat sebenarnya tidak harus menunggu krisis terjadi. Bangunan adalah pengkonsumsi energi terbesar, wajar jika menjadi prioritas penghematan. Penghematan energi yang terkait dengan bangunan harus memperhatikan semua aspek yang terkait. Setiap bangunan mengalami beberapa tahapan yang berbeda tingkat kerumitan dan permasalahannya. Dimulai dari munculnya kebutuhan, disertai ide mengenai bentuk dan besaran bangunan yang diinginkan. Pemilik dana terbatas tanpa diberitahukan pun akan berusaha berhemat. Pemilik dana besar mungkin tidak peduli akan penghematan, namun siapapun tentu akan memilih hal yang lebih menguntungkan dirinya. Pada tahap perancangan di samping harus menguasai cara menghasilkan rancangan bangunan yang hemat energi, perancang sendiri harus berbudaya hemat. Perancang juga perlu memberi pemahaman kepada pemilik mengenai pentingnya hemat energi, serta manfaatnya bagi dirinya sendiri. Pada tahap pembangunan, kontraktor harus menentukan cara-cara yang meminimalkan buangan, juga tidak mencemari lingkungan yang akan menuntut biaya besar untuk pembersihannya. Penghematan bahan dan pencegahan bongkar pasang yang tidak perlu akan meningkatkan keuntungan bagi kontraktor, serta menghemat energi dan sumber daya lainnya. Pada masa pengoperasian dan penggunaan, juga perawatan dan perbaikan, pengguna perlu memiliki budaya dan kebiasaan hemat energi dalam hidupnya sehari-hari, agar bangunan yang sudah dirancang hemat energi tidak sia-sia, serta memperlakukan bangunan mengikuti kaidah hemat energi. Bangunan mungkin harus dihancurkan bila dianggap sudah tidak layak digunakan lagi. Bila perancang sudah menyiapkan, dan pembongkaran dilakukan dengan cara-cara yang sudah direncanakan, akan banyak elemen bangunan yang dapat digunakan kembali. Energi dan biaya pembongkaran pun akan dapat ditekan seminimal mungkin. Semua pihak pada setiap tahap harus merasa sebagai bagian dari tim, dan menganggap pihak lain juga sebagai bagian dari tim yang akan mencapai ide penghematan energi, serta menyediakan dan menyiapkan langkah penghematan energi bagi pihak yang terlibat pada tahap berikutnya.

    Item Type: Book Section
    Additional Information: Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara, Kampus 1. Jl. LetJen. S. Parman No. 1 Grogol, Jakarta Barat. Indonesia. Phone & Fax: +62 021 5638352
    Uncontrolled Keywords: hemat energi, koordinasi, pihak, tahapan bangunan
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    T Technology > TH Building construction
    Divisions: Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
    Depositing User: Candra Setiawan
    Date Deposited: 27 Dec 2011 15:48
    Last Modified: 02 Jan 2012 01:54
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/125

    Actions (login required)

    View Item