Emisi Gas Metan Dan Nitrous Oksida Serta Hasil Padi yang Ditanam Dengan Metode System Rice Intensification (SRI) dan Konvensional di Rumah Kaca

Husny, Zulkarnain and Gofar, Nuni and Kadir, Sabaruddin and Marsi, Marsi and Anas, Iswandi (2010) Emisi Gas Metan Dan Nitrous Oksida Serta Hasil Padi yang Ditanam Dengan Metode System Rice Intensification (SRI) dan Konvensional di Rumah Kaca. In: Prosiding Seminar Nasional "Hasil-Hasil Riset untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat". Balai Penelitian dan Pengembangan Daerah Sumatera Selatan dan DRD Sumsel, Palembang, pp. 548-559. ISBN 978-602-98295-0-1

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (20Mb) | Preview

    Abstract

    Budidaya padi sistem konvensional melakukan penggenangan lahan. Penggenangan ini menyebabkan proses reduktif yang melepaskan gas-gas rumah kaca antara lain metan dan N2O sebesar 70,9%. Salah satu upaya yang dapat mengurangi atau menurunkan gas metan dan nitorus oksida dari lahan sawah adalah dengan menerapkan budidaya padi System Rice Intensification (SRI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budidaya padi dengan metode SRI dan konvensional terhadap emisi gas metan dan nitorus oksida serta mengkaji hasil tanaman padi pada tanah asal sawah pasang surut, lebak, dan irigasi. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang. Penelitian pada bulan Juni 2010 sampai Oktober 2010. Percobaan rumah kaca menggunakan padi Varietas Ciherang yang ditanam pada 3 jenis tanah yang dimasukkan di dalam bak ukuran 50 x 50 x 30 cm. Tanah dipupuk dengan urea (45% N), TSP (46% P2O5), dan KCL (50% K2O), dengan dosis berturut-turut 90 kg N ha-1, 72 kg P ha-1, dan 50 kg K ha-1. Gas metan dan N2O diambil menggunakan sungkup fiber glass ukuran 100 x 40 x 40 cm. Percobaan disusun dengan RAL pola faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah sistem pertanian (S) yang terdiri dari dua taraf perlakuan, yaitu Metode Konvensional (S1) dan Metode SRI (S2). Faktor kedua adalah jenis sawah (T) dengan tiga taraf perlakuan, yaitu pasang surut (T1), sawah rawa lebak (T2), sawah irigasi (T3). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga ada 24 unit percobaan. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah karakteristik tanah awal, emisi gas metan (CH4) dan N2O minggu ke 4, 8, dan 12 MST, pH tanah minggu ke 8, dan 12 MST, dan komponen hasil tanaman padi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa budidaya SRI dapat menurunkan dan mengurangi emisi metan dan nitrous oksida pada lahan pasang surut, lebak, dan irigasi. Sistem SRI dampat meningkatkan hasil dan pertumbuhan dibandingkan dengan sistem konvensional pada 3 jenis tanah rata-rata 28,33%. Kemudian fluks emisi gas metan dan nitorus oksida pada setiap fase pertumbuhan menunjukkan penurunan menjelang panen. Kata kunci: emisi metan, nitrous oksida, SRI, konvensional

    Item Type: Book Section
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Faculty of Agriculture
    Depositing User: Dr Sabaruddin Kadir
    Date Deposited: 16 Aug 2012 21:20
    Last Modified: 16 Aug 2012 21:20
    URI: http://eprints.unsri.ac.id/id/eprint/1191

    Actions (login required)

    View Item